Khalid Al-Walid: Panglima Perang Islam Yang Tak Pernah Tewas Dalam Pertempuran

Profil Khalid Al-Walid: Panglima Perang Islam Yang Tak Pernah Tewas Dalam Peperangan

Khalid Al-Walid. Nama yang tidak asing lagi bagi umat Islam. Beliau adalah merupakan salah seorang sahabat Rasulullah SAW dan juga general perang terhebat dalam sejarah Islam yang diberi gelar “Saifullah Al-Maslul” yang berarti pedang Allah yang terhunus. Dia terkenal dengan kebijaksanaan dalam peperangan dan memimpin tentara Islam ketika zaman Nabi Muhammad SAW dan juga zaman khalifah-khalifah Abu Bakar al-Siddiq dan Umar Al-Khattab.

Kehebatan beliau dalam perang dan militer terbukti ketika beliau menjadi salah satu antara 3 jenderal Islam yang tidak pernah kalah dalam setiap peperangan, baik ketika ia masih di zaman Jahiliyah maupun setelah memeluk Islam.

Lahirnya seorang pahlawan agung Panglima Perang Islam

Khalid bin Walid lahir pada tahun 585 Masehi di Mekah kepada pasangan bernama Walid bin al-Mughira, seorang kepala dari bani Makhzum (bangsa Quraisy) dan ibunya bernama Lubabah binti al-Harith. Dia memiliki afinitas yang relatif dekat dengan Nabi Muhammad SAW karena ibunya dan istri Rasulullah SAW, Maimunah binti al-Harith adalah saudara kandung. Dia juga merupakan sepupu Umar bin Khattab dan kedua mereka memiliki wajah yang mirip. Tubuh beliau sangat tinggi, tubuh yang kuat, bahu yang lebar dan berjanggut tebal di wajahnya.

Khalid Al-Walid: Panglima Perang Islam Yang Tak Pernah Tewas Dalam Pertempuran

Setelah dilahirkan, ia dikirim ke suku Badui, sebagai tradisi kaum Quraisy saat itu. Pada usia 6 tahun ia kembali ke Mekah. Sejak kecil lagi Saidina Khalid sudah menunjukkan kekuatannya, seperti contoh dalam bergusti. Dia pernah bergusti dengan Umar sehingga mematahkan kaki sepupunya itu.

Berasal dari Bani Makhzum, satu kaum yang pandai dalam perang dan merupakan antara penunggang kuda yang terampil dan terhebat di Semenanjung Arab. Ketika masih kecil ia sudah mempelajari cara menunggang kuda dan merperkasa keterampilan bersenjata seperti tombak, tombak busur dan juga pedang.

kehidupan awal

Pada mulanya, ia adalah salah seorang penentang Islam yang paling kuat dan tegar. Dia adalah panglima tentara kaum kafir Quraisy yang aktif dalam menentang Islam. Sebelum keislamannya, ia bergabung perang Uhud di mana tentara Islam kalah dalam peperangan itu.

Khalid Al-Walid: Panglima Perang Islam Yang Tak Pernah Tewas Dalam Pertempuran

Dengan kebijaksanaan dalam taktik perang dan militer, ia dapat menghirup peluang dan melihat kelemahan pasukan Islam yang ingin mengambil rampasan perang. Dia membawa tim berkudanya mara dan berhasil membuat tentara-tentara Islam kocar kacir dan menyebabkan terbunuhnya 50 orang pemanah terbaik tentara Islam ketika itu ditempatkan Rasulullah SAW di puncak bukit Uhud.

pemelukan Islam

Pada tahun 628, sebuah kesepakatan telah disegel oleh orang Islam dan kaum Quraiys Makkah yang diberi nama Perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian itu adalah untuk mendamaikan kedua pihak serta mengisytihar gencatan senjata selama 10 tahun. Hati Saidina Khalid dari awal tidak menyukai perbuatan menyembah berhala dan oleh karena otaknya yang cerdas, ia menganggap perbuatan itu tidak masuk akal.

Khalid Al-Walid: Panglima Perang Islam Yang Tak Pernah Tewas Dalam Pertempuran

Nabi Muhammad yang amat menyukai Khalid karena kecerdasan dan ketangkasannya dalam perang menginginkan dia untuk memeluk Islam. Ketika Nabi Muhammad SAW bersama Walid Bin Walid yaitu abang kepada Saidina Khalid, beliau berkata kepada Walid: “Seseorang seperti Khalid tidak bisa lari lama dari Islam, dia pasti akan tertarik pada Islam”. Kakaknya yang menyimpan apa yang diucapkan oleh Rasulullah SAW kemudian mengutus sepucuk surat kepada Khalid dan mengajaknya untuk memeluk Islam sepertinya.

Membaca surat itu, Khalid mengajak teman semasa kecilnya Ikrimah bin Abu Jahal untuk berbicara tentang hal itu, namun menolak niatnya. Kemudian Abu Sufyan pula mengancam Khalid dengan ingin menyerangnya dengan penuh berang namun diblokir oleh Ikrimah seraya berkata “Sabar wahai Abu Sufyan, kemarahanmu ini mungkin akan mendorong aku juga untuk bersama Muhammad. Khalid bebas untuk memilih apapun agama yang diingininya,”. Lalu Khalid menjawab “Demi Allah apakah orang suka atau tidak, sesungguhanya dia adalah benar,”.

Khalid Al-Walid: Panglima Perang Islam Yang Tak Pernah Tewas Dalam Pertempuran

Pada tahun 629 M, Khalid al-Walid yang dalam perjalanannya ke Madinah bertemu dengan Amru al-As dan Utsman bin Thalhah yang juga menuju ke Madinah untuk memeluk Islam. 31 May 629, mereka tiba di Madinah dan lantas terus menuju ke rumah Nabi Muhammad SAW dan Khalid disambut oleh kakaknya Walid bin Walid.

 

Kehebatan dan kontribusi Saidina Khalid Al-Walid

Setelah memeluk Islam, Khalid al-Walid menjadi orang yang paling keras dan kuat memerangi mereka yang memusuhi Islam. Dia terlibat dalam hampir 50 perang besar dan ditunjuk menjadi pemimpin tentara Islam karena kehebatan dan kepintarannya dalam medan pertempuran. Dia terlibat dalam Perang Mut\’ah dengan ditunjuk sebagai panglima militer. Dalam perang itu, tentara Islam hanya memiliki jumlah tentara sebanyak 3.000 anggota dibandingkan tentara Romawi yang dipimpin Heraclius sebesar 200.000 anggota yang merupakan gabungan kaum Nashara Romawi dan Nashara Arab sekitar dataran Syam, jajahan Romawi.

Khalid Al-Walid: Panglima Perang Islam Yang Tak Pernah Tewas Dalam Pertempuran

Setelah 3 panglima yang ditunjuk oleh Rasulullah SAW yaitu Zaid bin Haritsah, Ja\’far bin Abu Thalib dan Abdullah bin Rawahah gugur syahid dalam pertempuran ini, Khalid al-Walid ditunjuk menggantikan tempat mereka oleh konsensus. Menyadari kekuatan tim Islam tidak dapat menandingi kekuata militer lawan, Khalid menggunakan kebijaksanaan taktik peperangannya. Bagaimana? Dia mengatur strategi dengan menebarkan rasa takut ke dalam diri tim lawan dengan mengubah formasi anggota militer setiap hari.

Khalid Al-Walid: Panglima Perang Islam Yang Tak Pernah Tewas Dalam Pertempuran

Anggota yang berada di depan dipindahkan ke bagian belakang, dan sebaliknya. Pasukak di sayap kiri pula ditukarkan menggantikan pasukan di sayap kanan. Dengan ini, tentara Romawi beranggapan bahwa tentara Islam mendapatkan bantuan tim yang baru karena ada perubahan pada formasi. Akhirnya, kedua tentara Islam dan Romawi mundur tanpa dengan hasil seri. Namun, jika dilihat dari kekuatan, pastilah kemenangan berpihak kepada tentara Muslimin.

 

pencapaian terulung

Pencapaian terbesar dalam kariernya sebagai seorang panglima perang adalah ketika ia berhasil mengalahkan pasukan Romawi dan Persia dalam waktu tiga tahun saja. Dalam Perang Yarmuk yang dimulai dari potongan dan koneksi dari perang Mu\’tah, yang dipimpin oleh Khalid al-Walid, tentara Islam berhasil mengalahkan tentara Kerajaan Romawi Timur (Bizantium-Romawi) yang merupakan sebuah kerajaan yang tersangat kuat ketika itu.

Khalid Al-Walid: Panglima Perang Islam Yang Tak Pernah Tewas Dalam Pertempuran

Peperangan berat sebelah yang mana tentara Romawi memiliki senjata yang lengkap dan tentara yang terlalu besar bedanya dengan jumlah tentara Islam. Menurut sumber Islam, tentara Muslimin ketika itu hanya berjumlah 45.000 orang dibandingkan tentara Romawi yang berjumlah sekitar 240.000 orang, rasio 1: 5. Namun, meskipun dengan perlengkapan yang cukup, pengalaman perang yang hebat serta tentara yang banyak, kemenangan tetap berpihak kepada tentara Islam dengan izin Allah SWT yang dipimpin oleh Khalid al-Walid.

Menurut beberapa sejarawan, pertempuran ini dianggap sebagai salah satu pertempuran terpenting dalam sejara dunia karena menandai sebuah gelombang pertama penaklukan kerajaan Islam di luar Arab. Dengan penaklukan ini, kekaisaran Islam masuk dengan laju sekali ke Palestina, Suriah, dan Mesopotamia yang mana rakyatnya beragama Kristen.

Kisah Wafatnya Panglima Perang Islam

Pada tahun 21 Hijrah, Khalid Al Walid telah jatuh sakit. Panglima terulung yang hebat ini menangis ketika terbaring di tempat tidurnya karena hajatnya untuk mati syahid di medan perang tidak kesampaian. Dia menghembuskan nafas terakhir di usia 55 tahun. Dia hanya meninggalkan seekor kuda dan pedang yang pernah digunakannya di medan perang.

Khalid Al-Walid: Panglima Perang Islam Yang Tak Pernah Tewas Dalam Pertempuran

Abu Bakar AS Siddiq mengatakan, tidak ada lagi wanita yang mampu melahirkan anak seperti Khalid. Adi bin Hatim berkata, nama Khalid saja dapat mengalahkan musuh sebelum perang dimulai.

Saidina Umar yang mendapat berita kematian sepupunya itu sangat bersedih dan mengatakan ia memecat Khalid Al-Walid dari memegang tampuk pimpinan militer satu ketika dulu bukan karena rasa benci tapi karena sifat Khalid yang terlalu keras terhadap pihak musuh. Khalid juga terlalu sayangkan anggota pasukannya sehingga setelah mendapatkan harta rampasan perang Khalid akan terus membagi harta tersebut kepada anggotanya tanpa menunggu setiap arah.

Umar juga berencana untuk menunjuk kembali Khalid sebagai panglima perang namun telah terlambat karena pahlawan ini telah pun pergi meninggalkan dunia selamanya.

Wallahualam. Segala puji bagi Allah.

Panglima Perang Islam, sumber:

1. Kisah Muslim

2. Wikipedia

3.  Nabil Mufti WordPress

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.