Penyebab Keputihan Berwarna Coklat dan Berbau

Penyebab Keputihan Berwarna Coklat dan Berbau – Penyebab keputihan berbau memang bisa saja sesuatu yang biasa anda temui setiap hari tetapi tidak pernah anda pedulikan. Bukan berarti anda tidak perduli dengan kesehatan anda, tetapi ketidaktahuan ini bisa sangat menjerumuskan. Jadi bekali diri anda dengan pengetahuan yang cukup, supaya anda bisa menjaga diri anda sendiri dari risiko kesehatan seperti keputihan. Yang menyebabkan cairan yang keluar dari vagina anda berbau bisa jadi karena anda terserang keputihan patologis. Untuk kasus yang satu ini, sebaiknya tidak memilih sendiri obat atau penanganannya, karena anda tidak tahu sejauh mana tingkat keparahannya. Menemui dokter adalah jalan terbaik yang harus anda ambil supaya pengobatannya tepat sasaran. Karena keseriusannya, keputihan tidak bisa diremehkan. Jadi selain penyebabnya, kenali juga beberapa hal penting yang perlu anda terapkan dalam hidup anda.

Penting Baca : Makna Warna Darah Haid / Menstruasi (Merah, pink, Coklat, Menggumpal Dll) (KLIK)

apa-itu-keputihan

HAMPIR semua perempuan pernah mengalami keputihan. Bagi sebagian perempuan, keputihan sering dianggap sebagai hal yang normal. Padahal pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar, karena ada keputihan yang dapat menjadi petunjuk adanya penyakit yang harus diobati. Lantas, bagaimana kita bisa membedakannya?

Dokter umum Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) Otto Rajasa mengatakan, secara umum keputihan atau pek tay disebabkan oleh sepuluh penyebab. Akan tetapi keputihan yang tidak normal dan harus mendapat pengobatan serius dapat disebabkan oleh empat penyebab.

Baca juga : Waspadai 4 Faktor Penyebab Keputihan Ini

Penyebab Keputihan Berwarna Coklat dan Berbau

Pertama, adalah keputihan disebabkan oleh vaginitis non spesifik. Ciri-ciri cairan keputihannya antara lain berwarna abu-abu dengan garis darah, encer, sangat banyak dan sangat bau. Penyebabnya, bisa dikarenakan tumor baik jinak maupun ganas.

”Obat untuk penyakit ini rata-rata dengan obat minum antibiotik,” kata pria yang akrab disapa dr Otto itu.

Dikatakan, penyebab kedua adalah keputihan yang disebabkan oleh jamur Candida Albicans. Ciri-cirinya cairan putih encer, banyak, bau apek, kadang buang air kecil panas dan gatal-gatal di sekitar daerah Miss V. Ketiga, keputihan disebabkan oleh parasit trichomonas vaginalis. Ciri-cirinya kuning kehijauan, berbusa sangat banyak, gatal dan berbau busuk. “Apabila ini penyebabnya maka obatnya berupa anti parasit metronidazole minum 7-10 hari,” ucapnya.

Penyebab keputihan keempat, disebabkan oleh kuman Gonorea/Raja Singa, suatu penyakit menular seksual yang ditularkan lewat hubungan kelamin. “Ciri-cirinya, cairan kuning kental, sangat banyak, panas, gatal, dan sakit saat buang air kecil. Obatnya dengan antibiotik dosis tinggi bisa injeksi ataupun minum,” sebutnya.

Ditambahkan, penyembuhan keputihan yang tidak normal ini tidak langsung instan dengan sekali minum obat, tapi memerlukan beberapa hari pengobatan. Disamping itu, penderitanya juga harus melakukan tes apus vagina, yaitu cairan vagina diusapkan pada kaca obyek untuk dilihat dibawah mikroskop agar dokter mengetahui secara pasti penyebab dan obatnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk mencegah terjadinya keputihan yang berbau dan tidak normal ini, salah satu caranya adalah dengan tes Pap Smear. Bagi wanita mulai usia 18-65 tahun disarankan tes Pap Smear setiap 1-3 tahun sekali.

Otto mengatakan, keputihan sebaiknya diobati sejak dini, begitu timbul gejala. Karena keputihan kalau sudah kronis dan berlangsung lama akan lebih susah diobati. Selain itu kalau keputihan yang dibiarkan bisa merembet ke rongga rahim kemudian kesaluran indung telur dan sampai ke indung telur dan akhirnya ke dalam rongga panggul.

“Keputihan harus diwaspadai, karena keputihan adalah gejala awal dari kanker mulut rahim. Jadi, jangan sampai terlambat untuk tahu apa yang menjadi penyebab keputihan. Yang pasti jangan pernah anggap remeh keputihan,” tegasnya.

Mikroorganisme Penyebab Keputihan

Penyebab Keputihan Berbau

Penyebab Keputihan Berwarna Coklat dan Berbau – Beberapa hal yang perlu anda waspadai selain penyebab keputihan berbau adalah cara anda membasuh daerah kewanitaan anda. Sesudah buang air, pastikan anda membasuh vagina dari depan ke belakang. Perhatikan warna cairan yang keluar dari vagina, karena biasanya putih pekat, kuning kehijauan, kecoklatan, sampai kemerahan karena darah. Rasa gatal dan juga bau menyengat sering ditemui juga pada kasus ini. Jadi penyebab dari keputihan yang anda alami saat ini adalah infeksi akibat protozoa, bakteri, sampai jamur. Kanker leher rahim juga biasanya menimbulkan keputihan ini. Selain itu, adanya benda asing yang masuk ke vagina juga merupakan salah satu penyebabnya. Benda tersebut bisa residu pembalut berkualitas rendah, bedak yang menempel, antiseptik, sabun mandi, parfum, sampai kondom yang tertinggal.

Cara Menanggulanginya

Mengetahui penyebabnya saja tentu tidak cukup. Selanjutnya adalah bagaimana mengatasinya supaya bisa terbebas dari resiko yang mematikan. Jadi mulai sekarang gunakan pembalut hanya yang berkualitas demi menjaga kesehatan anda. Pastikan selalu kebersihan area vagina anda, dengan menjaganya untuk selalu kering dan membasuhnya dengan cara yang tepat. Jika anda kebetulan harus menginap di rumah seorang teman tanpa membawa bekal, lebih baik mencari celana dalam sekali pakai di toko terdekat daripada meminjam pakaian dalam teman anda. Handuk juga harus selalu menjadi milik anda saja, dan tidak untuk dipinjamkan. Jangan lupa perhatikan kondisi toilet umum sebelum menggunakannya. Selanjutnya pastikan anda cukup tidur, setia pada satu pasangan, rutin berolahraga, mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, dan melakukan pap smear setahun sekali jika sudah pernah berhubungan seksual. Ini semua penting untuk anda ketahui selain penyebab keputihan berbau.

Keputihan warna coklat

Keputihan warna coklat juga dialami oleh wanita. Keputihan yang biasanya dialami oleh wanita ialah berwarna putih atau bening. Namun ternyata ada juga keputihan yang warnanya coklat. Keputihan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya ialah periode haid. Pada umumnya jika Anda mengalami keputihan yang berwarna coklat pada masa setelah haid, hal itu normal. Karena cairan ini merupakan sesuatu yang biasa berfungsi dalam pembersihan serta peluruhan dari darah haid. Pada umumnya memang berwarna coklat tua serta tidak bau dan tidak gatal. Selain itu juga bisa dikarenakan oleh eliminasi endometrial. Hal ini terjadi di pertengahan pada siklus menstruasi yang terjadi gangguan pada endometrial. Sehingga akan menimbulkan sebuah bercak darah yang akan membuat periode haid menjadi lebih lama daripada sebelumnya.

Pada masa kehamilan awal biasanya juga akan keluar cairan dari vagina. Hal ini mungkin saja terjadi karena awal dari kehamilan. Karena itu jika Anda seharusnya sudah waktunya menstruasi namun ternyata hanya terdapat bercak yang berwarna coklat. Sebaiknya lebih baik untuk melakukan tes kehamilan. Selain itu wanita yang telah memasuki masa menopause akan mengalami periode menstruasi yang tidak teratur. Hal ini adalah hal yang wajar dan biasa. Selain itu, wanita yang akan menopause juga akan mendapat bercak coklat atau pendarahan yang ringan. Dalam istilah medis disebut juga dengan atropi. Hal ini disebabkan oleh pembuluh darah yang melemah serta terjadi secara spontan di rahim. Sehingga akan menimbulkan bercak berwarna coklat. Bisa juga bercak coklat ini disebabkan oleh adanya penyakit.

Keputihan warna coklat bisa juga disebabkan karena adanya penyakit. Misalnya saja Anda mengeluarkan cairan yang berwarna coklat dari vagina pada saat melakukan senggama, pada area vagina yang kering. Timbul juga rasa yang sakit, gatal, sariawan di mulut serta berkurangnya nafsu makan, maka sebaiknya Anda lebih waspada karena bisa jadi hal ini merupakan tanda gangguan dari kewanitaan. Karena itu berhati-hati dan perlu untuk waspada karena jika hal ini dibiarkan begitu saja akan bisa menimbulkan penyakit.

Keputihan merupakan awal dari adanya gejala penyakit yang serius di organ reproduksi wanita. walaupun tidak semua gejala keputihan ini berbahaya namun jika Anda mengalami keputihan yang warnanya coklat dengan disertai bau menyengat, rasa sakit, gatal dan turunnya nafsu makan, maka kemungkinan hal itu merupakan tanda dari penyakit berbahaya. Misalnya saja penyakit kanker serviks, gejala penyakit ini dengan ditandai keputihan baru akan muncul setelah penyakit ini masuk pada tahap atau stadium yang sudah jauh. Selain itu penyakit lain seperti pelvis inflammatory disease dan klamida.

Anda mengalami keputihan berwarna coklat? cairan yang mengumpal (lendir) berwarna coklat pada keputihan anda merupakan tanda-tanda penyakit kelaminan anda. Bisa saja anda mengalami gangguan dan indikasi penyakit lain dari keputihan coklat anda tersebut. semoga bacaan Penyebab Keputihan Berwarna Coklat dan Berbau bermanfaat bagi pembaca.

7 thoughts on “Penyebab Keputihan Berwarna Coklat dan Berbau

  1. maya oktaviani

    Saya sudh 2x ni kluar keputihn yg warnanya cklat
    Tpi klau d cium gak da baunya , gtal gak , makan juga biasa aja lahap z ,, itu knpa ya ??

  2. sylvia

    saya setiap hari suka keputihan tapi kayaknya udah satu minggu lebih setiap buka celana selalu ada bercak coklat di celana saya.. tidak ada gejala gatal, dan nafsu makan. tapi kalo misalkan saya mau berobat apakah harus ke dokter spesialis kandungan (bidan)? atau dokter umum? atau langsung ke rs? mohon bantu sarankan.. dan apa biaya berobatnya mahal?

  3. Nana

    Kaq saya sudah hampir 1 bulan keputihan ,cair.warna agak coklat ,berbau sangat amis .. Di bagian punuk vagina juga terasa sangat gatal ..apakah itu tanda knker serviks ??
    Mohon jawabnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.