Perbedaan Gula Glukosa, Fruktosa, Sukrosa

Penjelasan Detail Gula Perbedaan Glukosa, Fruktosa, Sukrosa dan Efeknya

Apakah Anda menyukai benda yang manis-manis atau tidak? tidak dipungkiri gula memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Bisa dikatakan semua benda yang kita makan mengandung gula. Dari coklat, air soda sampai ke makanan sehat seperti tomat dan buah apel.

 

Tapi Anda harus pahami bahwa setiap gula peta dan diproses oleh tubuh dengan cara yang berbeda. Ada gula yang ‘baik’ dan sangat diperlukan untuk metabolisme tubuh, sementara ada juga gula ‘jahat’ yang berkontribusi terhadap obesitas, sakit jantung dan kanker.

Mengenali jenis-jenis gula tidak hanya penting, bahkan ia mampu menyelamatkan nyawa dan juga ukuran lingkar pinggang Anda. Baca lebih lanjut untuk mengidentifikasi empat kategori gula yang kita selalu jumpa setiap hari:

Perbedaan Gula Glukosa, Fruktosa, Sukrosa

# 1 Glukosa

Ini merupakan bentuk gula paling dasar dan ada dalam setiap sel tubuh manusia. Ia juga ditemukan dalam hampir semua makanan yang mengandung unsur karbohidrat seperti roti, jamur, mie dan susu.

Tubuh manusia akan menguraikan semua jenis gula menjadi glukosa yang akan digunakan sebagai energi. Glukosa ini merupakan gula sederhana dan lebih dikenal sebagai “gula darah” karena gula ini selalu bergerak melalui pembuluh darah Anda.

Perbedaan Gula Glukosa, Fruktosa, Sukrosa

# 2 Fruktosa

Fruktosa juga merupakan sejenis gula sederhana yang ditemukan dalam kebanyakan sayuran dan buah. Madu asli juga mengandung fruktosa.

Meskipun ia merupakan gula sederhana, gula ini lebih sulit diuraikan dibandingkan glukosa karena harus diproses oleh hati sebelum diubah menjadi energi. Ia bersifat lebih cenderung kepada lemak dibandingkan karbohidrat, tidak merangsang produksi insulin dan juga tidak membebaskan hormon ghrelin yang mengontrol energi dan rasa lapar.

Perbedaan Gula Glukosa, Fruktosa, Sukrosa

# 3 Sukrosa

Gula ini merupakan kombinasi antara glukosa dan fruktosa, biasanya dalam rasio 50:50. Ia lebih dikenal sebagai gula pasir yang dihasilkan dari tebu atau gula bit (sugar bit) yang ditanam di seluruh dunia.

Bila sukrosa ditambahkan ke dalam makanan, tubuh manusia harus mengolahnya menggunakan kedua metode. Glukosa akan terus diubah menjadi energi sementara fruktosa pula akan dipisahkan dan dikirim ke hati untuk diproses sebagai penyimpanan lemak.

Perbedaan Gula Glukosa, Fruktosa, Sukrosa

# 4 Sirup Jagung Berfruktosa Tinggi

Inilah gula yang paling populer dewasa ini sehingga menjadi bahan pemanis paling selalu digunakan dalam makanan. High-fructose corn syrup (HFCS) ini dihasilkan dari jagung dan memiliki konsentrasi berbeda sehingga bisa mencapai 90% fruktosa.

Perbedaan Gula Glukosa, Fruktosa, Sukrosa

Sama seperti sukrosa, tubuh akan memproses glukosa menjadi energi sementara gula sisanya akan disimpan sebagai lemak untuk digunakan sebagai energi pada waktu kemudian. Ia jugalah penyebab tubuh Anda tiba-tiba merasa sangat lelah akibat makan terlalu banyak gula. Fenomena ini disebut ‘sugar crash’ atau hipoglikemia reaktif.

Kenapa Anda wajib mengenali semua gula ini?

Dua kategori gula pertama (glukosa dan fruktosa) merupakan gula alami yang dihasilkan dari makanan yang Anda makan. Kedua gula ini ditemani oleh protein, serat, mineral dan vitamin yang dibutuhkan oleh metabolisme tubuh untuk bekerja dan menjamin kesehatan.

Perbedaan Gula Glukosa, Fruktosa, Sukrosa

Misalnya, ketika Anda memakan sebuah apel, Anda tidak hanya mendapatkan fruktosa malah serat dan berbagai jenis vitamin seperti vitamin A, B, C, fitonutrien, pektin, kuersetin dan juga flavonoid. Ini berarti proses pencernaan akan menjadi lebih lambat dengan memungkinkan tubuh untuk menguraikan gula perlahan secara alami untuk diubah menjadi glukosa. Penyimpanan lemak juga sangat sedikit karena tubuh tidak berada dalam kondisi terburu-buru.

Perbedaan Gula Glukosa, Fruktosa, Sukrosa

Sebaliknya, ketika Anda mengambil sukrosa atau sirup jagung berfruktosa tinggi seperti cokelat atau pemanis yang tidak memiliki kandungan serat atau nutrisi lainnya, tubuh akan tergopoh-gopoh mencerna makanan itu sehingga menyebabkan gula darah melonjak dengan cepat.

Pankreas kemudian akan bereaksi dengan memproduksi insulin dengan amat banyak untuk menentang kenaikan gula dalam darah. Situasi ini akan menghentikan proses konversi gula menjadi energi.

Perbedaan Gula Glukosa, Fruktosa, Sukrosa

Bila hati dah tak dapat proses, Anda pun jadi gemuk

Anda juga harus ingat bahwa hati adalah satu-satunya organ yang dapat mencerna fruktosa. Jadi, bila ia terlampau kuat bekerja, ia hanya akan mengubah kelebihan gula ke dalam bentuk lemak.

Pada saat ini, tubuh tidak akan mendapatkan sinyal yang ia membutuhkan apa-apa lagi energi. Inilah kelelahan ‘sugar crash’ yang sering terjadi setelah Anda meminum dua atau tiga kaleng air berkarbonasi.

Perbedaan Gula Glukosa, Fruktosa, Sukrosa

Mengingat gula pabrik atau gula yang diproses ini dimetabolisme dengan terlalu cepat menjadi energi dan lemak, tubuh Anda tidak akan merasa kenyang dan mendorong Anda untuk makan lebih banyak. Jika makanan yang Anda makan itu juga mengandung banyak gula yang diproses, siklus ini tidak akan berhenti.

Perbedaan Gula Glukosa, Fruktosa, Sukrosa

Elak obesitas, penyakit jantung dan kanker

Oleh sebab itulah Anda perlu mengidentifikasi jenis gula yang Anda ambil dalam diet sehari-hari. Ini disebabkan gula yang diproses ini menjadi salah satu penyebab utama kegemukan di seluruh dunia. Seperti yang kita ketahui, obesitas merupakan salah satu penyebab penyakit kronis seperti diabetes, penyakit kardiovaskular dan kanker.

Peningkatan konsumsi gula olahan ini mungkin disebabkan biaya produksinya yang rendah dan sangat mudah untuk ditambahkan ke dalam produk makanan. Namun ia sangat berbahaya karena merusak kesehatan ummat dan menciptakan generasi baru yang kecanduan gula sebegini.

Perbedaan Gula Glukosa, Fruktosa, Sukrosa

Bayangkanlah Anda suka makan makanan tinggi gula, ditambah pula dengan makanan tinggi lemak dan garam. Manalah tak dapat macam-macam penyakit kan?

Apa kata mulai dari sekarang, kurangi (atau sebaiknya hindari) konsumsi gula sukrosa dan HFCS jika Anda menginginkan kehidupan yang sehat. Sebaliknya, ambillah makanan yang mengandung gula alami seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

Selain memberi serabut diet harian, juga bersifat antioksidan yang dapat menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi risiko penyakit kanker.

Ingat .. kurangkan gula dalam makanan, lebihkan dalam senyuman!

referensi:

1.  Organics

2.  University of Massachusetts Amherst

3.  Cancer Treatment Centers of America

4.  USFDA

5.  Harvard University

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.