Energi Laut Bisa Jadi Energi Penyelamat Masa Depan Kita

Pemanfaatan Energi Gelombang Laut Untuk Energi Masa Depan

Pemanfaatan Energi Gelombang Laut belum maksimal, sat ini seperti yang kita tahu, kadar CO2 atau gas rumah kaca di dunia ini sudah mencapai kadar yang mengakawatirkan. Karena itu sudah saatnya kita berpindah dari pembangkit listrik tenaga diesel (Fossil Fuel) ke energy terbarukan (renewables energy). Salah satu yang calon energy terkuat adalah Pemanfaatan Energi Gelombang Laut atau marine energy.

Penyebab ini menjadi salah satu energy yang paling menjanjikan adalah karena densitas energy yang sangat tinggi (energy density), lebih tinggi dibandingkan dengan angin dan matahari. Hal ini disebabkan terutama karena energy ini tidak terpengaruh musim dan aka nada terus sepanjang tahun.

Ada dua macam marine energy yang saat ini sedang dikembangkan di dunia dengan Inggris sebagai negara terdepan dalam penelitian ini.

Energi Ombak (Wave Energy)

Pemanfaatan Energi Gelombang Laut pertama yang dikembangkan, yaitu energy ombak. Ombak terbentuk karena adanya anginya yang berhembus di permukaan laut. Bisa dibilang ombak adalah tenaga angin yang tersimpan di permukaan air. Banyak tenaga yang dimiliki oleh ombak itu akan tergantung dari kecepatan angin, durasi angin, dan jarak dari angin itu ke dasar laut. Beberapa contoh pembangkit listrik tenaga ombak dengan sedikit penjelasan dapat dilihat sebagai berikut :

1. Attenuator:
Energi Laut Bisa Jadi Energi Penyelamat Masa Depan Kita

Yang pertama disebut dengan Attenuator. Alat ini bekerja dengan mengapung di atas laut. Alat ini memanfaatkan gerakan relatif dari kedua tangannya sehingga terlihat seperti mengepak (karena pengaruh ombak) dan mengubahnya menjadi listrik. Contoh : Pelamis (UK)

2. Oscillating Water Column:

Energi Laut Bisa Jadi Energi Penyelamat Masa Depan Kita

Yang pertama disebut dengan Oscillating Water Column (OWC). Alat ini merukan salah satu yang paling sukses dikembangkan karena prinsipnya yang sederhana dan perawatannya yang tidak sulit. Alat ini memerangkap sebagian air laut di dalam 1 ruangan (caisson chamber). Ombak akan membuat sir laut di dalam ruangan tersebut bergerak naik turun seperti piston. Pergerakan air ini kan menyedot dan membuang udara lewat sebuah lorong di bagian atas dimana di dalam lorong tersebut diletakkan turbin untuk menghasilkan listrik. Turbin yang digunakan adalah bidirectional turbine yang dapat berputar dengan arah yang sama walau udara berhembus dari atas atau bawah. Contoh LIMPET (UK), Mutriku (Spain)

3. Point Absorber:

Energi Laut Bisa Jadi Energi Penyelamat Masa Depan Kita

Sesuai namanya, point absorber, alat ini diletakkan di satu titik, kemudian alat ini memanfaatkan gerakan naik dan turun dari permukaan laut di titik tersebut. Alat ini juga sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia, hanya saja dibandingkan yang lain alat ini termasuk kecil karena tidak bisa dibuat terlalu besar, tergantung dari periode ombak di daerah tersebut.

4. Wave OverTopping:

Energi Laut Bisa Jadi Energi Penyelamat Masa Depan Kita

Wave over topping berarti ombak yang melebihi atau lebih tinggi dari pembatas. Untuk alat ini diperlukan sebuah konstruksi dimana batas atas konstruksi tersebut berada di bawah batas ombak sehingga setiap kali ombak terjadi, sebagian airnya masuk melewati dinding pembatas dan berkumpul di sebuah kolam seperti di gambar. Air tersebut kemudian mengalir kembali ke laut melewati sebuah turbin untuk membangkitkan listrik. Untuk jenis ini sekarang sedang dikembangkan di Itali gan. Ini juga bisa menjadi potensi untuk dikembangkan di Indonesia.

Sebenarnya masih banyak lagi gan alat alat yang bisa digunakan untuk pembangkit listrik tenaga ombak, tapi ini yang sejauh ini banyak digunakan atau dikembangkan di dunia.

Energi Arus Laut (Tidal Energy)

Berikutnya adalah tenaga yang terkandung di bawah ombak, yaitu arus laut. Cara kerjanya mirip seperti pembangkit listrik tenaga angin, di mana turbin yang digunakan juga sapa seperti PLTB (Bayu). Arus laut sendiri terbentuk karena ada perubahaan gaya Tarik bumi antara bulan dan matahari terhadap bumi. Arus laut tidak akan pernah berhenti, kalua sampai berhenti mungkin kita harus mulai berdoa, karena artinya kiamat sudah dekat, hahaha.

Arus laut terbesar akan berada di selat, sesuai dengan prinsip kontinuitas sehingga ini cocok sekali untuk dikembangkan di Indonesia yang memiliki banyak selat. Sayangnya teknologi ini belum banyak digunakan karena besarnya biaya yang diperlukan dan juga turbin yang berputar dapat terpengaruh atau mempengaruhi kehidupan maritim kita.

Berikut beberapa contoh dari Tidal turbine :

1. Horizontal Axis Turbine:
Pemanfaatan Energi Gelombang Laut Untuk Energi Masa Depan

Ini sangat mirip dengan PLTB biasa gan, tapi adanya di dasar laut. Tentu saja diameter turbin nya tidak bisa lebih besar dari dalamnya laut, selain itu cross section atau wilayah yang terpapar arus sangat besar karena itu bisa mengganggu imigrasi binatang laut. Alat ini sensitif terhadap arah arus laut dan tidak bisa berubah tiba tiba.

2. Vertical Axis Turbine:

Ini juga mirip dengan PLTB namun sumbu putarnya vertical. Alat ini dapat menahan arus laut yang lebih besar dengan perubahan arah yang tiba tiba karena dapat berputar dengan arah yang sama walaupun arah arus yang berbeda

3. Enclosed Tips:
Pemanfaatan Energi Gelombang Laut Untuk Energi Masa Depan

Alat ini sebenarnya sama dengan horizontal axis turbine gan, tapi untuk arus laut yang tidak terlalu besar. Arus laut yang lebih lambat dipercepat terlebih dahulu dengan sebuah corong (nozzle) baru kemudian dipaparkan terhadap turbin. Dinding corong juga digunakan untuk melindungi turbin dari perubahan arus tiba-tiba. Bagaimana sobat ayodibaca.com, apa kira-kira alat ini bisa menjadi solusi dari permasalahan listrik di indonesia? dan bahkan dunia? Ane tunggu komen dari sobat ayodibaca sekalian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.