Necrotizing Fasciitis, Misteri Kuman Pemakan Daging

Necrotizing fasciitis juga dikenal sebagai penyakit pemakan daging atau kuman pemakan daging adalah sebuah infeksi yang jarang terjadi yang melibatkan kulit dalam yang menyebar di jaringan fascia di bawah kulit dan kulit dalam.

Ia sangat cepat menyebar terutama pada pasien diabetes dan kanker. Pasien ini biasanya lemah ketahanan tubuh dan tidak memiliki kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.

Oleh karena itu sangat berbahaya dan cepat menyebar, biasanya ia dirawat menggunakan antibiotik dengan dosis yang tinggi dan metode operasi.

Gejala dan Tanda

Penyakit ini jarang terkena kepada pasien yang sehat dengan 70% dari kasus pasien yang dicatat adalah mereka yang merupakan penderita diabetes, masalah kekebalan tubuh yang rendah karena memakan obat seperti obat kanker, pasien kanker dan penderita penyakit kronis.

Pada awalnya, daerah yang terkena infeksi mungkin mulai dari luka kecil. Meskipun luka yang kecil, pasien merasakan sakit yang teramat sangat.

Sebenarnya posisi bakteri yang berada bawah di dasar kulit menyebabkan kulit terlihat seperti tidak ada apa-apa.

Dalam waktu beberapa jam, jaringan semakin membengkak dan merah. Ini karena bakteri semakin menyebar ke sekitar area sekitar.

Kulit mulai berubah warna menjadi kebiruan dan keunguan. Blister atau pelepuhan mulai terlihat dan kulit dan sel bawah kulit mengalami kematian (necrosis).

Pasien yang mengalami necrotising fasciitis biasanya mengalami demam dan terlihat sangat lemah dan tidak sehat. Kadangkala pasien muntah dan diare.

Jika tidak diobati 73% dari penderita mematikan.

Pathofisiologi

Bakteri pemakan daging adalah satu misnomer dan bakteri tersebut sebenarnya tidak memakan daging itu.

Apa yang bakteri itu lakukan adalah merusak kulit dan otot dengan mengeluarkan satu racun dan toksin inilah yang menyebabkan kerusakan sel tubuh. Nama bakteri itu adalah Streptococcus pyogenes.

Necrotizing fasciitis

Pasien akan dibedah jika pasien didiagnosis dengan penyakit necrotizing fasciitis. Jaringan yang terinfeksi akan dihapus secara agressif.

Operasi adalah pilihan pengobatan yang paling utama karena membiarkan jaringan yang terinfeksi akan menyebabkan racun menyebar ke tempat lain pula. dalam waktu yang sama antibiotik ke dalam pembuluh darah vena juga akan diberikan.

Setelah banyak jaringan kulit dibuang itu akan menyebabkan luka yang besar terbuka di daerah operasi.

Luka yang besar ini akan ditutup dengan kulit yang diambil dari area tubuh yang lain.

Biasanya pasien akan di rawat di area perawatan intensif dan sangat ketat kontrolnya untuk menghindari infeksi.

Jika masalah itu sangat ekstrim, amputasi organ mungkin menjadi pilihan.

Selain itu perawatan hyperbarics oxygen dapat membantu pasien namun tidak banyak rumah sakit yang menawarkan metode ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.