Memberi Smartphone Pada Anak Sama Seperti Memberi 1 Gram Kokain

Memberi Smartphone Pada Anak Sama Seperti Memberi 1 Gram Kokain

“Alah, biasalah kalau kasih anak pakai smartphone sebentar. kasih aja dia main game atau nonton kartun bentar, apalah bahaya kali ..? “

Ahli terapi kecanduan memperingatkan bahwa memberi anak-anak smartphone dapat diibaratkan seperti memberi mereka 1 gram kokain.

5 BAHAYA SMARTPHONE YANG SETARA DENGAN KOKAIN

Memberi Smartphone Pada Anak Sama Seperti Memberi 1 Gram Kokain

1. RESPON TERHADAP OTAK SEPERTI KOKAIN

Dr Delaney Ruston  menemukan bahwa perangkat elektronik mampu mempengaruhi bagian korteks depan otak manusia. Setelah terkena smartphone selama 20 jam, scan MRI memperlihatkan efek yang sama seperti efek 1 gram kokain terhadap otak manusia.

Efek inilah yang bisa membuat mereka puas, agresif, dan gelisah ketika tidak mendapatkannya.

2. PENINGKATAN KADAR DOPAMIN

Ketika mereka bebas menggunakan smartphone pada setiap saat, kadar dopamin ini semakin meningkat sehingga itu adiktif yang parah. Ini karena penggunaan smartphone akan meningkatkan kadar dopamin (yaitu hormon senang ) dalam tubuh seorang anak, sebagaimana kokain juga bertindak sedemikian terhadap manusia biasa.

Menurut New York Post,  Dr Nicholas Kardaras juga menggambarkan penggunaan smartphone di kalangan anak-anak sebagai ‘pahlawan digital’. Semakin lama digunakan, semakin banyak waktu yang diperlukan untuk ‘memuaskan’ kegembiraan mereka.

3. MENJERUMUSKAN KEPADA KETAGIHAN YANG SERIUS

Sebuah survei menemukan bahwa anak-anak pada usia 3-4 tahun sudah terkena penggunaan smartphone selama setidaknya 6 jam seminggu.

Lebih parah lagi, anak-anak 8-10 tahun rata-rata terkena layar selama 8 jam sehari. Jumlah jam ini terlihat meningkat lagi pada usia remaja hingga 11 jam sehari.

Mereka seolah-olah hilang arah, hampir berperilaku psikotik, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan jika tidak \’bergaul\’ dengan smartphone ini.

4. MENCEGAH INTERAKSI SOSIAL YANG \’NYATA\’

Seperti konsumsi kokain atau narkoba, salah satu bahaya smartphone  yang banyak dilupakan adalah mencegah interaksi sosial yang ‘nyata’.

Ya, anak-anak mungkin berinteraksi dengan teman-teman mereka melalui game dan berbagai media sosial. Anak yang lebih kecil seperti 2-3 tahun atau lebih awal dari itu juga mungkin dapat belajar banyak hal seperti lagu ABC, bahasa, dan membaca.

Tapi hakikatnya bukan ini yang mereka butuhkan pada usia tersebut. Sebaliknya, mereka membutuhkan rangsangan dari dunia nyata untuk mengembangkan kemampuan mereka buat jangka panjang.

5. IA MENGEKSPLOITASI DIRI MEREKA

Selain kecanduan, bahaya smartphone menjadikan anak-anak, terutama yang meningkat remaja mudah hilang pertimbangan diri sehingga mengeksploitasi diri mereka. Seperti di bawah pengaruh kokain / obat, mereka hilang pertimbangan dan mudah toleran terhadap hal yang membahayakan diri mereka.

Ini terbukti dalam laporan Malaysian Digest  dan R.AGE di mana banyak di antara mereka mengakui bahwa perbuatan mengirim gambar porno atau gambar telanjang diri mereka kepada orang luar adalah ‘normal’. Bahkan, perbuatan sexting  semakin merajalela tanpa mereka sadari bahwa mereka berada di bawah kontrol predator seksual atau sexual grooming.

‘OBAT’ DIAM INI PERLU DIAWASI

Tidak dipungkiri teknologi telah memanfaatkan banyak pihak dalam menyebarkan ilmu pengetahuan, merapatkan hubungan, dan memfasilitasi kerja harian. Namun, penggunaannya juga berisiko apabila disalahgunakan dan harus dikontrol dengan ketat agar tidak memakan diri.

Maka tidak heran mendiang Steve Jobs, pendiri merek Apple sendiri melarang penggunaan gadget pada anak-anak beliau. Bahkan, insinyur dan eksekutif teknis Silicon Valley turut mengambil langkah yang sama dengan mengirim anak mereka ke No-Tech Waldorf School.

Jadi, apa tindakan kita sebagai orang tua?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.