M.Arsyad, Sang Pem-Bully Jokowi Dihukum Bersihkan Mushola

M.Arsyad, Sang Pem-Bully Jokowi Dihukum Bersihkan Mushola

M.Arsyad, Sang Pem-Bully Jokowi Dihukum Bersihkan Mushola

Beberapa waktu lalu kasus Muhammad Arsyad yang melakukan tindak pencemaran nama baik dan pornografi setelah memuat gambar Presiden Joko Widodo melalui akun Facebook-nya heboh di berbagai media. Kini hukuman yang diberikan sudah jelas yaitu dihukum membersihkan mushola.

Warga Jl. H Jum Rt 09 Rw 01 Kelurahan Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur sepakat untuk memberikan hukuman kepada tersangka penghina Presiden Joko Widodo di media sosial, MA. Pem-bully Jokowi ini dihukum membersihkan mushola setiap pagi dalam satu minggu ke depan.

Mursidah, ibu Arsyad mengatakan, senang dan mengucapkan syukur atas kepulangan Arsyad. Dia berpesan kepada Imen (panggilan Arsyad) agar tidak lagi melakukan hal yang dapat merugikan dirinya. “Men, jangan hubungan dengan polisi lagi, yak,” pesannya kepada Imen.

“Masyarakat lingkungan Rw 01 ini sudah sepakat memberi hukuman sosial yaitu mengepel mushola selama seminggu tiap pagi, ” kata perwakilan warga, Fahrul Rohman, Senin (3/11).

Fahrul mengatakan hukuman bukan hanya ada didalam penjara, tetapi bisa berupa hukuman sosial. Dengan diberikan hukuman tersebut diharapkan MA bisa menjadi pribadi yang lebih mengenal agama dengan sering ke mushola.

MA pun menyatakan siap dan mau menerima hukuman yang diberikan warga kepadanya. Ia pun tak keberatan dengan lamanya hukuman sosial yang diberikan kepadanya. Karena Muhammad Arsyad bebas dari tahanan, para warga pun menggelar syukuran.

Acara syukuran dibuat secara sederhana, hanya beralas terpal yang bertempat didepan rumah Arsyad. Hadir dalam syukuran tersebut Ketua RT, Ketua RW, tokoh masyarakat dan warga sekitar.

Dalam sambutannya Ketua RW 01, Juli karyadi memberikan nasihat kesemua warga, khususnya ke Arsyad agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, dan dapat mengambil hikmah dari kejadiaan itu.  Dia juga menambahkan agar para orang tua memperhatikan anak nya lebih ketat, agar tidak ada kerugian dikemudian hari.

Setelah pemberian nasihat dan doa, acara dilanjutkan dengan makan-makan. Makanan yang disajikan pun sederhana, hanya kue kering dan nasi kuning dengan lauk tempe, telor dan kerupuk.

Sebelumnya, MA ditangkap di rumahnya oleh kepolisian Mabes Polri, Kamis (23/10), karena diduga melakukan tindak pencemaran nama baik dan pornografi setelah memuat gambar Presiden Joko Widodo melalui akun Facebook-nya.

Atas perbuatannya, MA terjerat pasal 29 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Namun, Mabes Polri mengabulkan permohonan penangguhan penahanan tersangka penghina Presiden Joko Widodo di media sosial, MA, sehingga pada Senin pagi ini yang bersangkutan dikeluarkan dari rutan Bareskrim Polri.

“Terhitung hari ini penyidik memberikan status penangguhan penahanan. MA sudah dijemput keluarganya tadi pagi,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Brigjen Pol Boy Rafli Amar.

Meski demikian, Boy menegaskan penangguhan penahanan ini bukan berarti proses penyidikan MA berhenti. MA wajib lapor dua kali seminggu dalam masa penangguhan penahanan, tidak menghilangkan barang bukti dan tidak melarikan diri.

sumber: republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.