Jangan Mencaci Hujan Setelah Mobil Baru Dicuci Atau Pakaian Baru dijemur. Ini Sebabnya

Jangan Mencaci Hujan Setelah Mobil Baru Dicuci Atau Pakaian Baru dijemur. Ini Sebabnya

Sungguh menakjubkan urusan orang beriman. Semua urusannya baik. Dan yang demikian tidak dapat dirasakan oleh siapapun selain orang beriman. Jika ia memperoleh kebahagiaan, maka ia bersyukur. Bersyukur itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa mudharat, maka ia bersabar. Dan bersabar itu baik baginya. (HR.Muslim)

Ketika kita baru siap menjemur pakaian, tiba-tiba hujan turun. Berlari-lari kita mengangkat kembali pakaian yang dijemur. Kita menyesalkan kenapa tidak hujannya sekarang, kenapa hujan setelah kita menjemur baju.

Jangan Mencaci Hujan Setelah Mobil Baru Dicuci Atau Pakaian Baru dijemur. Ini Sebabnya

Sama juga kisahnya tepat setelah kita selesai mencuci mobil, hujan turun dengan lebatnya. Mobil yang sudah mengkilap dan bersih, kotor kembali dengan becak tanah. Kita juga menyesalkan kenapa setiap kali kita cuci mobil hujan terus mengucur.

Kejadian hujan dan banjir oleh sebagian warga dianggap sebagai musibah atau bencana, bukan dianggap sebagai rahmat. Anggapan seperti ini adalah bentuk negative thinking dalam menyikapi fenomena alam. Padahal, sebagai umat yang berpikir maju ke depan seharusnya hujan dan banjir disikapi dengan positive thinking, sehingga semua akan dapat diselesaikan dengan baik dan merencanakan.

Memang benar ada hujan dan banjir yang merupakan suatu bencana bagi penduduk tertentu sebagaimana yang terjadi pada masa Nabi Nuh (QS Hud [11]: 37, al-Qamar: 11-12)

Atau hujan batu pada masa Nabi Luth AS.

Hal ini berbeda jika banjir yang terjadi seperti pada keluarga Saba ‘(Abd Syams bin Yasyjab bin Ya\’rab bin Qahthan (QS Saba’ [34]: 16) dengan berbagai kriteria yang disebutkan dalam Al-Quran.

Hujan adalah Berkah

Apa pun bentuknya, hujan adalah rahmat yang diturunkan oleh Allah, sebagaimana firman Allah dalam surah al-Anfal [8]: 11), al-Furqan [25]: 48-49, dan lain-lain.

Hujan itu menjadi berkah untuk membersihkan dari berbagai hal, menumbuhkan tanah yang mati, dan lain sebagainya. Jika kita melihat struktur air, maka dapat ditemukan dalam satu molekul air terdiri dari satu atom oksigen yang besar (bermuatan positif) ditempeli dua atom hidrogen yang kecil (bermuatan negatif).

Jadi, bagian oksigen molekul air tersebut masih dapat menarik atom hidrogen dari molekul air yang lain, termasuk bahan-bahan kimia lainnya. Selain sebagai pelarut yang baik, air juga termasuk makanan yang sangat penting bagi manusia, setelah oksigen dari udara untuk bernapas.

Dalam salah satu hadisnya, Nabi SAW menyatakan bahwa doa ketika sedang hujan oleh Allah dikabulkan. “Dua ketika (di mana doa) tidak ditolak atau sedikit sekali yang ditolak: (yaitu) berdoa ketika azan dan ketika pertempuran sedang berkecamuk (dan dalam satu riwayat mengatakan) dan ketika hujan.” (HR Abu Daud).

Sedangkan kejadian banjir karena hujan tidak diperkenalkan dalam Al-Quran. Sebab, Al-Quran memperkenalkan hujan sudah sesuai dengan ukuran yang sesuai dengan kapasitas bumi. (QS al-Mu’minun [23]: 18). Banjir merupakan human and social error, kesalahan manusia dan kesalahan sosial, kesalahan lingkungan sosial yang tidak akrab dengan ekosistem dan bukan “God Error.” Curah hujan tetaplah sebagai rahmat Allah untuk alam semesta. Hanya saja, penghuni alam semesta ini (utamanya manusia) menolaknya dengan berbagai cara.

Penyebab terjadinya banjir adalah karena kesalahan manusia. Bagi orang yang beriman, banjir tidak semata-mata musibah, tapi bagaimana ia menjadi rahmat. Caranya adalah dengan berupaya melakukan antisipasi atau mengatasi banjir tersebut. Dengan banjir, banyak anggota bermunculan.

Dengan banjir, ada berbagai lapangan pekerjaan. Bahkan, dari banjir orang dapat beramal melalui penghimpunan dana untuk membantu korban banjir. Karena itu, dengan adanya banjir, hendaknya kita senantiasa mensyukuri nikmat Allah untuk saling berbagi dengan teman-teman. Kita harus banyak mengingat Allah SWT yang maha bijaksana atas segala kuasa-Nya.

Semoga kita termasuk orang yang bersyukur karena hanya itulah senjata paling canggih dalam mengarungi hidup didunia agar selamat sampai tujuan akhir kita.

sumber : https://sempoimedia.blogspot.co.id/2017/06/jangan-mencaci-hujan-setelah-kereta.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.