Masjid Marree merupakan Masjid yang Tertua di Australia Berusia 135 Tahun

Ini Dia Masjid Marree, Masjid Tertua di Australia Yang Berusia 135 Tahun

Jika melihat eksterior bangunan ini pasti tidak akan menyangka bahwa itu adalah sebuah masjid yang telah berusia 135 tahun yang bernama Masjid Marree.

Bentuknya tidak terlihat seperti masjid karena tidak unik atau mewah. Namun, itu tidak berarti masjid itu tidak memiliki keistimewaan.

Masjid Marree terletak di Selatan Australia telah dibangun pada tahun 1882 (beberapa sumber menyatakan ia telah dibangun awal 1961) oleh komunitas ‘Afgan’ dari Selatan Australia.

Menurut Beautifulmosque, Masjid Marree ini dibangun oleh seorang peternak unta bernama Abdul Kadir. Masjid ini digunakan umat Islam yang berada di Selatan Australia untuk shalat dan menjalankan kegiatan keagamaan lain dari kalangan Islam Afghanistan yang berada di Australia.

Masjid ini tidak terlihat seperti masjid karena dibangun tanpa jendela dan juga pintu. Atap masjid ini juga dibuat dari sabut atau daun-daun dan sebagian atapnya sudah tidak tertutup.

Selain itu, masjid ini juga ditopang oleh batang-batang pohon dan hanya sebagian dindingnya saja yang tertutup.

Karena masjid ini tidak lagi digunakan untuk menjalankan kegiatan ibadah, masjid Marree ini tampak seperti pondok usang yang menganggur. Namun, Masjid ini menjadi salah satu monumen kenangan untuk keluarga dan juga peternak unta, Marree.

Masjid Marree merupakan Masjid yang Tertua di Australia Berusia 135 Tahun

Wisatawan yang datang mengunjungi Masjid Marree ini harus mengikuti aturan-aturan yang ditulis di papan. Peraturannya adalah: –

Bismillahirahmannirrahim

Ini adalah taman peringatan khas yang didedikasikan untuk mengenang para penunggang unta Muslim dan keluarga Marree.

Semoga anda mendapat kedamaian dan keterbukaanNya.

Sila perhatikan syarat sewaktu memasuki masjid.

Anak-anak tidak diperbolehkan bermain di area ini. (Hanya untuk dikunjungi dan hanya dengan pengawasan orang dewasa)

Diminta untuk tidak membawa kertas, minuman atau makanan ke dalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.