Peluk dan Sayangi Anak Pertama Sepuasnya Sebelum Punya Anak Kedua

INGIN Punya Anak Kedua? Baca Ini Dulu dan Siapkan Baik-Baik

Memang asik bila tahu bahwa sedang hamil anak ke dua. Tapi, bersediakah aku? Kenapa hamil anak kedua ini rasanya tak sama seperti anak pertama dulu? “

Kita selalu dengar orang bulang katanya setiap kehamilan adalah unik dan berbeda. Tapi, sadarkah Anda bahwa hamil anak kedua biasanya membuat seseorang wanita lebih emosional ? Bukannya tak senang, tapi perasaan gelisah, takut, dan sayu kerapkali datang silih berganti. Jangan risau, sebenarnya perasaan ini adalah normal. Ayodibaca

5 PERKARA YANG AKAN MAMA RASAKAN SAAT HAMIL ANAK KEDUA

Berikut adalah antara perkara yang sering Mama rasakan ketika hamil anak kedua.

1. BIMBANG ANAK SULUNG ‘TAK CUKUP KASIH SAYANG’

Mungkin hal inilah yang sering menjadi kekhawatiran Mama. Namun sebenarnya, perasaan ini adalah sangat normal, lebih-lebih lagi bila jarak kehamilan adalah rapat. Ada yang masih menyusu dan terpaksa dihentikan menyusui atas saran dokter karena terjadi kontraksi. Sebagai ibu, tentu kita akan merasa canggung karena terpaksa meniadakan hak si kecil yang masih belum tahu apa-apa.

Tapi, anggaplah perasaan ini sebagai kehebatan naluri seorang ibu yang begitu sensitif terhadap kebutuhan anaknya. Bahkan, Mama mungkin tetap akan memiliki perasaan ini meskipun jarak anak sulung dan anak kedua melebihi periode 3-4 tahun!

2. KURANG MEMBUAT PERSIAPAN

Selama hamil anak pertama, Anda banyak membaca dan memiliki banyak waktu untuk diri sendiri. Dibandingkan hamil anak kedua, Anda mungkin memiliki waktu yang begitu terbatas untuk diri sendiri. Sibuk dengan pekerjaan di kantor, mengelola rumah tangga, menjaga anak sulung, dan sebagainya.

Oleh sebab itu, wanita cepat berasa letih. Secara tak langsung, ini juga mampu menyebabkan mereka lebih cepat emosional hingga bersikap acuh tak acuh terhadap anak sulung yang masih kecil dan inginkan perhatian.

3. KHAWATIRKAN PENERIMAAN ANAK SULUNG

Anda risaukan penerimaan anak sulung terhadap adiknya. Dapatkah dia menyayanginya? Apakah dia akan cemburu nanti? Ini antara yang sering menjadi kekhawatiran Mama dan Papa.

Sebelum kelahiran anak kedua, manfaatkanlah waktu berkualitas bersama anak sulung Anda. Berbuallah dari hati ke hati jika mereka sudah dapat memahami. Sedikit banyak, ini dapat membantu membangun kepercayaan mereka untuk menghadapi perubahan yang bakal terjadi ketika hadirnya adik baru.

4. TAKUT TAK DAPAT BERLAKU ADIL

Mana mungkin Mama bisa melupakan saat-saat anak sulung yang selalu menjadi peneman setia Anda ketika suami pergi kerja, outstation, dan sebagainya. Mereka setia bersama kita di saat susah dan senang, maka Anda mungkin akan merasa bersalah jika kurang perhatian terhadap mereka ketika hadirnya anak kedua.

Memang sulit untuk \’melepaskan\’ memori bersama anak sulung. Tapi percayalah, memori bersama anak sulung Anda akan tetap selamanya dan tidak akan terusik dengan kehadiran anak kedua. Bahkan, anak kedua juga bakal memiliki \’tempat\’ tersendiri yang sangat istimewa dalam hati Anda.

5. MASIH FOBIA DENGAN KOMPLIKASI KELAHIRAN ANAK PERTAMA

Selama kelahiran anak pertama, Anda mungkin tak tahu lagi bagaimana rasa sakitnya melahirkan. Malahan, Anda langsung tak ingin mendengar bagaimana rasa sakit bersalin itu karena tidak ingin langsung mempengaruhi pemikiran positif Anda.

Tapi, setelah merasakannya sendiri, Anda tak dapat lari dari memikirkan sakitnya melahirkan. Bukan itu saja, mungkin ada yang masih trauma karena mengalami komplikasi saat melahirkan anak sulung. Maka, sangat penting untuk mendapatkan dukungan keluarga, terutama suami.

FIKIR YANG POSITIF YA!

Seorang wanita bergelar ibu ini memiliki limpahan kasih sayang yang tidak pernah putus buat semua anak-anaknya. Jadi, jangan khawatir karena setiap anak itu tentu akan rasa bahagia dengan perhatian yang Anda berikan kepadanya, tanpa menghitung waktu.

Hamil anak kedua mungkin lebih menantang dibandingkan anak pertama. Yang pasti, semua ini bakal menjadi memori yang indah dan akan Anda ingati selamanya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.