Hemophobia : Takut Terhadap Darah Yang Berlebihan

Hemophobia : Takut Terhadap Darah Yang Berlebihan

Takut Terhadap Darah, pada sebagian besar waktu, rasa ketakutan ini adalah sesuatu yang mengerikan terhadap darah setelah menyaksikan suatu insiden berdarah atau tindak kekerasan seperti kecelakaan, pembunuhan, kematian dengan kekerasan, penyiksaan fisik

Dalam kebanyakan kasus, takut akan darah berasal dari ketakutan irasional tentang kematian atau sekarat, kecelakaan ataupun cedera. Selain itu, predisposisi genetik juga dapat menjadi penyebab yang signifikan. Phobia macam ini bukanlah salah satu Phobia yang paling umum, namun, hemophobia adalah kondisi psikologis yang serius dan dapat mempunyai implikasi serius terhadap kehidupan dan kebiasaan seseorang.

Hemophobia : Takut Terhadap Darah Yang Berlebihan

Apakah penyebab Takut Terhadap Darah?

Semua dari kita pasti memiliki alasan mengapa merasa tidak nyaman dengan adanya darah. Sebagian besar alasan muncul dari kekhawatiran psikologis yang berakar dari kebersihan dan takut adanya infeksi. Namun, ketika rasa takut itu melintasi batas-batas rasionalitas, ada banyak hal yang lebih dari sekedar penyebab tersebut. Pada sebagian besar waktu, rasa ketakutan ini adalah sesuatu yang mengerikan terhadap darah setelah menyaksikan suatu insiden berdarah atau tindak kekerasan seperti kecelakaan, pembunuhan, kematian dengan kekerasan, penyiksaan fisik, dsb pada anak usia dini.

Ada kemungkinan besar bahwa peristiwa-peristiwa berdarah semacam ini sudah tertanam dalam alam bawah sadar seseorang. Ketika muncul suatu peristiwa lagi mengenai hal semacam itu, ingatan yang telah tertanam tersebut akan terdorong keluar dari memori sadar yang kemudian mengakibatkan timbulnya rasa takut akan darah.

Dalam kebanyakan kasus, takut akan darah berasal dari ketakutan irasional tentang kematian atau sekarat, kecelakaan ataupun cedera. Selain itu, predisposisi genetik juga dapat menjadi penyebab yang signifikan. Fobia macam ini bukanlah salah satu fobia yang paling umum, namun, hemophobia adalah kondisi psikologis yang serius dan dapat mempunyai implikasi serius terhadap kehidupan dan kebiasaan seseorang.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Isaac Marks dari Institute of Psychiatry di London menyimpulkan Sekitar 30 persen anak-anak takut melihat darah. Ketakutan ini pada akhirnya berlanjut hingga usia dewasa. Rasa trauma yang mendalam ini mengakibatkan rata-rata 15 persen orang dewasa merasa takut menyumbangkan darah.

Hemophobia : Takut Terhadap Darah Yang Berlebihan
Ilustrasi pingsan melihat darah / gainesonbrain.com

Merasa lemah saat melihat darah umumnya berasal dari reaksi berlebihan dari respon vasovagal.  Respon vasovagal terjadi karena melambatnya jantung dan pelebaran arteri sehingga tekanan darah melambat dan darah turun ke kaki. Akhirnya otak kekurangan darah yang kaya oksigen dan menyebabkan orang merasa pusing dan bahkan pingsan. Hal ini merupakan sebuah refleks rasa takut yang evolusioner yang menjadi mekanisme bertahan hidup manusia.

Mekanisme bertahan hidup ini baik bila, katakanlah Anda perlu berpura-pura mati di hadapan satu predator. Situasi inilah yang mungkin menjadi awal dari mekanisme ini. Dan jika Anda berdarah, detak jantung yang melambat mungkin menolong mencegah kehilangan terlalu banyak darah. Tapi dalam kebanyakan kasus, demikian tulis Popular Science, mekanisme ini justru menjadi sebuah gangguan.

Bagaimana caranya untuk mengatasi hemophobia?

Hemophobia adalah kondisi klinis yang dapat diobati dan dapat berhasil diatasi dengan bantuan media psikoterapi seperti terapi perilaku kognitif, perawatan desensitisasi dan kecemasan. Hipnoterapi juga membawa dampak positif yang sangat efektif untuk mengatasi rasa takut akan darah.

Langkah pertama untuk mengatasi rasa takut akan darah ini adalah dengan meyakinkan diri sendiri bahwa darah hanyalah cairan yang ada di dalam tubuh. Darah bahkan juga mengalir dalam pembuluh dan tidak ada sisi negatif tentang hal itu. Sama halnya seperti air yang mengalir keluar dari tempat air, jika tempat air pecah, darah akan mengalir keluar ketika kulit atau daging terkoyak karena mengalami cedera atau selama proses pembedahan. Darah membawa nutrisi ke seluruh bagian tubuh dan membantu dalam mengantar oksigen ke berbagai bagian tubuh serta membawa limbah dan karbondioksida dari tubuh. Belajarlah untuk melihat darah dengan cara yang positif, ilmiah, dan realistis, maka tidak akan lagi memiliki alasan untuk takut pada darah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.