Gejala Gegar Otak Akibat Benturan Kecelakaan

Seorang pasian mengalami kecelakaan, hingga memberi pengaruh terhadapanya dalam hal ingatan. Berikut pertanyaannya:

Pak/Bu, Perkenankan saya untuk bertanya berkenaan pasca saya mengalami kecelakaan krg lbh 3 minggu yg lalu, yg sampai saat ini saya tidak tahu apakah saya jatuh sendiri, atau tabrakan, karena pada saat kejadian, katanya saya sampai pingsan, saya sempat ingat, pertama sadar saya sudah di RS, lantas berselang beberapa menit, ada yang saya ingat & ada yg sepertinya saya tidak sadar lagi, entah itu tertidur atau pingsan lagi, saya memang mengalami luka di kepala belakang bagian kanan, yg mau saya tanyakan, apakah saya mengalami gegar otak atau hanya benturan biasa, & andaipun saya mengidap gegar otak, tergolong ringan, sedang atau bahkan berat dok, krn sampai saat ini saya sama sekali tdk ingat kejadian, hanya ingat sblm kejadian sepertinya saya melihat jalan yg berlubang/bergelombang. Terima kasih, semoga Bapak/Ibu berkenan menjawab.

Jawaban Dokter :

Halo

Terimakasih atas pertanyaannya

Benturan yang cukup keras pada bagian kepala dapat menyebabkan hilangnya ingatan. Ketidakmampuan untuk  mengingat informasi, pengalaman, atau kejadian tertentu dikenal dengan istilah amnesia. Benturan pada kepala dapat menyebabkan hilangnya ingatan jangka pendek maupun panjang. Namun biasanya ingatan dapat kembali secara bertahap.

Benturan pada kepala juga dapat menyebabkan gegar otak. Gegar otak akan mempengaruhi fungsi otak, namun umumnya tidak menimbulkan kerusakan permanen. Gegar otak bervariasi, dapat hanya bersifat ringan hingga cukup berbahaya.

  1. Gegar otak ringan. Umumnya setelah terjadi kecelakaan, korban tidak pingsan. Gejala yang muncul setelah benturan misalnya pusing, pandangan kabur, linglung bingung saat ditanya, telinga berdenging, mual muntah, atau nyeri kepala kurang dari 15 menit.
  2. Gegar otak sedang. Berbeda halnya dengan gegar otak ringan, meskipun juga tidak menyebabkan pingsan, namun gejala – gejala setelah benturan bertahan hingga lebih dari 15 menit.
  3. Gegar otak berat. Umumnya korban pingsan setelah terjadi benturan.

Untuk mengetahui efek benturan yang lalu terhadap kepala Anda, apakah Anda memang mengalami gegar otak atau tidak, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis saraf agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik dan dilakukan pemeriksaan penunjang seperti CT Scan atau MRI jika perlu.

Kondisi Yang Dialami Saat Gegar Otak

Gegar otak merupakan tipe cedera otak teringan dibandingkan tipe cedera otak lainnya. Namun, jangan abaikan kondisi ini. Utamakan perhatian kepada kasus yang menimpa anak-anak karena mereka belum dapat mengomunikasikannya dengan baik.

Cedera otak dibagi tingkat keparahannya, yaitu ringan, sedang, dan berat. Cedera otak ringan disebut juga gegar otak (concussion). Gegar otak ditimbulkan akibat benturan keras pada kepala, misalnya saat jatuh, kecelakaan lalu lintas, maupun ketika sedang berolahraga.

Posisi otak mengambang dalam cairan di tengkorak kepala. Ketika kepala menghantam benda dengan keras, otak dapat bergeser dan membentur tulang tengkorak kepala. Hal ini dapat membuat kerja otak berubah untuk beberapa saat. Kondisi semacam inilah yang dinamakan gegar otak.

Seseorang dapat kehilangan kesadaran jika otak bergeser secara signifikan atau bergoncang, disebut dengan jarring. Seberapa parah gegar otak, salah satunya dapat ditandai dari seberapa lama seseorang mengalami pingsan setelah membentur benda dengan keras. Namun, tidak semua orang akan kehilangan kesadaran begitu mengalami gegar otak. Ada juga yang mengeluh pandangannya menjadi kabur, seperti hitam semua, putih semua, atau berkunang-kunang.

Perlu diperhatikan bahwa seseorang juga bisa mengalami gegar otak, tetapi tidak menyadarinya. Jadi jika Anda mengalami benturan keras di kepala, disarankan untuk memeriksakan diri ke klinik atau rumah sakit.

Gejala Gegar Otak

Gejala gegar otak bisa berlangsung lama maupun hanya beberapa detik saja. Ada juga seseorang yang tidak langsung mengalami gejala gegar otak. Perhatikan beberapa gejala gegar otak berikut.

  • Sakit kepala.
  • Mual dan muntah.
  • Merasa kebingungan.
  • Penglihatan kabur.
  • Sensitif terhadap cahaya atau suara.
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi.
  • Kehilangan ingatan tentang peristiwa sebelum benturan maupun ingatan tepat setelah terjadi gegar otak.
  • Mengalami masalah keseimbangan tubuh.
  • Telinga berdenging.
  • Tiba-tiba cara bicara menjadi cadel.
  • Perubahan perilaku.

Segera cari bantuan medis jika Anda mengetahui seseorang mengalami kondisi seperti:

  • Demam.
  • Keluar cairan atau darah dari hidung atau telinga.
  • Kejang.
  • Tidak bisa menggerakkan bola mata.
  • Mengalami kelemahan otot, baik pada kedua sisi tubuh maupun salah satu sisi.
  • Ukuran pupil mata tidak sama antara mata yang satu dengan mata yang lainnya.
  • Muntah yang terus berulang.
  • Kesulitan untuk berjalan atau mengalami masalah keseimbangan.
  • Kebingungan yang tidak kunjung hilang.
  • Kehilangan kesadaran untuk waktu yang lama atau bahkan koma.

sumber : https://www.alodokter.com/komunitas/topic/pasca-kecelakaan-2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.