Gantilah Kata "Jangan" Dengan Kata Ajakan Dalam Mendidik Anak

Gantilah Kata “Jangan” Dengan Kata Ajakan Dalam Mendidik Anak

Menjadi orang tua yang anak sudah menginjak usia sekolah memang menjadi tantangan tersendiri. Saat anak masih balita, orang tua menjadi sangat toleran terhadap kondisi tertentu, namun adakalanya ketika beberapa anak sangat nakal, da orang tua akan kesulitan dalam menemukan situasi untuk menghadapinya dan bahkan tak jarang anda dibuat pusing bagaimana menemukan solusi yang tepat untuk mendidik anaknya.

Sehingga banyak orang tua menggunakan kata “jangan” untuk mendisiplinkan anak. Saat melarang si kecil berbuat negatif, kata-kata itu pun langsung meluncur dari mulut Mama. Benarkah hal itu efektif?Gantilah Kata

Lihat saja hasilnya, sebagian anak seolah abai dan tak mendengar kata-kata orangtua dengan penggunaan “jangan” tersebut. Semua itu terjadi lantaran di usia 3 tahun anak sedang mengembarkan kepercayaan dirinya lewat eksplorasi. Bagi si kecil,  semua benda yang baru ditemuinya sangatlah menakjubkan. Untuk mendukung eksplorasinya, orangtua sebaiknya lebih banyak menggunakan kata-kata positif, serta menghindarkan kalimat negatif.  Hindari kata “jangan” saat melarang anak.

Misalnya saja kalau anak tidak bisa diatur ketika ribut, tidak mau mengerjakan hal produktif, hanya bermain-main

“sstt.. jangan ribut”, “Ahmaad, jangan main di situu, kotorr”, “Anak-anak saya kalau sudah main game, susah disuruh berhenti.” Atau,”Nggak mau bergerak dari depan TV.”

Ya, itu benar. Kita tahu betul soal itu. Karena itu sebaiknya kita tidak menyuruh mereka berhenti. Tapi ajak mereka untuk melakukan sesuatu yang lain.

“Yuk, kita main sepeda…”

“Yuk, kita berkebun.”

“Yuk, kita masak.”

“Yuk, kita bersihin kamar.”

“Yuk, kita renang.”

“Yuk….”

“Yuk…..”

Yuk adalah terlibat, bukan memerintah. Yuk artinya kita setara dengan anak. Apa yang kita ingin mereka lakukan, kita juga lakukan. Yuk artinya kita membebaskan diri dari kemalasan atas hal-hal yang kita tidak suka, tapi kita ingin anak-anak kita melakukannya.

Sadarkah betapa tidak adilnya kita saat kita menyuruh anak-anak melakukan sesuatu yang kita sendiri enggan melakukannya?

Jadi, berhentilah menyuruh dan memerintah. Mulailah mengajak.

Yuk…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.