CEO Apple, Tim Cook

CEO Apple, Tim Cook Bangga Menjadi Seorang GAY

CEO Apple, Tim Cook

Saat ini gerakan pro LBGT (Lesbian Bisexual Gay Transgender) semakin sering muncul dan disuarakan oleh para aktivisnya. Memang, banyak orang terkenal yang udah dikenal luas bahwa mereka bagian dari LBGT, seperti vokalis Queen: Freddie Mercury, aktris Jodie Foster, aktor Ian McKellen dan sebagainya. Termasuk salah satunya CEO Apple saat ini: Tim Cook.

Baru-baru ini Cook menulis artikel di situs Bloomberg Businessweek, di bagian Technologi. Tapi beliau nggak menuliskan soal teknologi iPad, iPhone, Mac ataupun OS baru Apple. Ia menulis soal apa yang ia rasakan sebagai kaum minoritas namun sekaligus memimpin salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. Ini ringkasan terjemahannya dari kami:

“Selama kehidupan profesionalku, aku telah mencoba mempertahankan privasiku. Aku tidak ingin menarik perhatian orang ke diriku sendiri. Perusahaan yang kupimpin, Apple, sudah menarik perhatian banyak orang, jadi aku ingin menjaga fokus pada produk kami dan hal-hal menakjubkan yang diraih pengguna produk kami.

Di saat yang sama, aku meyakini kata-kata Dr. Martin Luther King: “Pertanyaan paling mendesak dalam hidup adalah: Apa yang telah kau lakukan untuk orang lain?” Aku menyadari bahwa keinginanku mempertahankan privasiku telah menahanku untuk melakukan sesuatu yang lebih penting.

Selama beberapa tahun, aku sudah terbuka pada banyak kolegaku mengenai orientasi seksualku. Mereka kelihatannya tidak memperlakukanku secara berbeda karena hal tersebut. Aku beruntung bekerja di perusahaan yang mencintai kreativitas dan inovasi, yang hanya bisa dipertahankan kalau kamu menghargai perbedaan di antara kita semua. Namun tidak semua orang seberuntung itu.

Jadi: Aku bangga menjadi seorang gay, dan menganggap bahwa menjadi gay adalah salah satu karunia terindah yang diberikan Tuhan kepadaku. Menjadi gay membuatku lebih memiliki empati, mengerti secara mendalam rasanya menjadi kaum minoritas. Kadang rasanya sulit dan tidak nyaman, namun ini membuatku percaya pada diriku sendiri, untuk melawan kaum fanatik. Rasa PeDe ini juga membantuku dalam pekerjaanku sebagai CEO Apple.

Dunia telah banyak berubah. Banyak figur publik yang membantu mengubah persepsi dan membuat budaya kita lebih toleran. Namun masih banyak hukum di banyak negara bagian (Amerika Serikat) yang mengijinkan atasan memecat karyawan karena orientasi seksual mereka. Aku bukan aktivis, namun aku sadar, jika orang mendengar kalau ‘CEO Apple adalah seorang gay’ dapat menolong, menginspirasi, atau membuat seseorang menjadi nyaman. Aku yakin ini harga yang layak untuk ditukar dengan privasiku sendiri.”

sumber : lintas.me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.