Canggihnya Robot Bawah Laut Pencari AirAsia

Robot bawah laut (Remotely Operated Vehicle/ROV) menjadi perhatian dalam beberapa waktu belakangan. Robot ini dipercaya memiliki kemampuan layaknya penyelam namun dengan teknologi yang lebih canggih.

ROV memiliki ukuran yang kompak dan berat yang cukup sehingga bisa dibawa dengan perahu berukuran kecil. Dalam situs Robo Marine Indonesia, ROV dikatakan memiliki berat sekitar 15 kilogram dan mampu menggantikan fungsi penyelam.

Situs Robo Marine Indonesia menyebutkan ada berbagai macam ROV. Mulai dari Shrimp ROV hingga Mini ROV. Kesamaannya, ROV memiliki kemampuan beroperasi di bawah laut dengan kedalaman yang beragam, mulai dari 100 meter sampai ribuan. ROV dipercaya bisa melakukan pengamatan bawah laut dengan mudah. Hanya butuh dua orang personel untuk mengoperasikan sistem pada ROV.

Dengan kemampuannya ini, tidak heran jika ROV sangat diandalkan oleh para perusahaan untuk proyek lepas pantai, baik perusahaan minyak dan gas, penempatan pipa bawah laut, water treatment, riset, sampai commercial diving.

ROV sendiri memiliki kecepatan sekitar 3 knot dengan berbagai macam perangkat seperti sensor, termasuk kompas, sensor kedalaman, penahan otomatis, serta kamera CCD dengan kemampuan putar 120 derajat. ROV juga bisa ditambahkan dengan perangkat lain seperti manipulator pencengkeram, sonar pelacak, dan sistem pelacak lokasi.

ROV yang dimiliki Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sepertinya hampir sama dengan yang dipaparkan oleh Robo Marine Indonesia.

Dalam keterangan resmi BPPT yang dikirim kepada VIVAnews, ROV yang digunakan oleh kapal Baruna Jaya I ini merupakan alat hasil kerjasama antara BPPT dengan PT Patra Dinamika.

“ROV yang kami bawa ini berjenis Sub Atlantik JAV, yakni ROV observasi untuk inspeksi di dalam laut. ROV ini sanggup bertahan hingga di kedalaman 2.000 meter,” ujar Supervisor ROV, Abu Bakar Djau yang mengikuti pencarian bersama Tim ekspedisi BJ 1, Minggu 4 Januari 2015.

Sekedar informasi, setiap ROV yang menyelami dasar laut akan mengalami kenaikan sebanyak 1 bar untuk setiap tekanan air per 10 meternya.

Abu melanjutkan melakukan pencarian badan pesawat AirAsia akan lebih cepat dengan menggunakan ROV ketimbang dengan diver manusia. Hal ini dikarenakan alat tersebut menggunakan remote untuk dapat dikendaikan dari permukaan yang tersambung dengan umbilical (kabel).

Umbilical ini yg menghubungkan antara ROV dan alat monitor di ruang kontrol. Dengan kamera warna resolusi tinggi di bagian depan, dan kamera hitam putih di bagian belakang, ROV mampu memberikan pandangan menyeluruh dalam laut,” jelasnya.

Dipaparkannya, pelacakan benda bawah laut akan dilakukan dengan menggunakan sonar. Kamera yang tersemat akan menjadi ‘mata’ bagi robot sekaligus mendokumentasikan keadaan bawah laut. Data dan hasil ‘pandangan’ ROV kemudian akan dikirim ke permukaan untuk diteliti lebih lanjut.

sumber : viva.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.