Bahaya Memaksa Bayi Duduk Terlalu Awal, Gunakan

Bahaya Memaksa Bayi Duduk Terlalu Awal, Gunakan Baby walker

“Salah satu kesalahan paling umum dilakukan oleh orang tua adalah menempatkan bayi mereka dalam posisi pasif seperti duduk atau berdiri sebelum bayi cukup kuat untuk melakukannya,” kata  Ying Bin , seorang ahli kinesiologi, yang memiliki keahlian dalam gerakan tubuh.

Ada masanya orangtua rasa tak tenang bila melihat anak terjatih tatih untuk mencoba bangun dari tempat pembaringan mereka. Ketika mereka asyik berbaring, kita pun rasa bosan juga. Maka, orangtua pun datang untuk membantu mendudukkan bayi dalam posisi yang dianggap paling ideal untuknya. Beberapa orang tua juga beranggapan bayi harus duduk untuk menghindari flat head syndrome akibat berbaring terlalu lama.

Tapi, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui agar tidak menghambat perkembangan bayi yang sedang belajar untuk duduk.

5 BAHAYA Memposisikan BAYI Duduk TERLALU AWAL

Sungguhpun kita yakin bahwa bayi didudukkan di tempat yang aman; seperti kursi khusus yang lembut, tetapi posisi tersebut dipercaya mampu memberikan beberapa efek yang cukup mengkhawatirkan bagi tubuh mereka.

1. MENCEGAH KEMAMPUAN FISIK BAYI

Menurut situs kesehatan bayi, Tiny Love, ditegaskan bahwa ada perbedaan antara perbuatan duduk (sitting) dan duduk tegak (sitting up) .

Duduk (sitting) – Pada sekitar usia 4-7 bulan, jika Anda mendudukkan bayi, mereka sudah bisa tetap dalam posisi tersebut. Namun, mereka tidak memiliki kemampuan untuk beralih ke posisi lain.

Duduk tegak (sitting up) – Seorang bayi dikatakan bisa duduk tegak ketika mereka bisa duduk sendiri dan beralih posisi tanpa bantuan siapapun.

Jika bayi didudukkan terlalu awal sebelum mereka cukup kuat untuk berbuat demikian, bayi kebiasaannya akan menggunakan tangan untuk menstabilkan tubuh mereka. Oleh sebab itu, pergerakan bayi akan menjadi terbatas.

Jika Anda ingin mendudukkan bayi Anda sekadar buat beberapa menit, tidak salah. Namun, pastikan lingkungan mereka aman dan ada dukungan yang baik untuk tubuh mereka.

2. POSTUR YANG TIDAK SESUAI

Menurut laporan Chicago Tribune,  Mary Weck, seorang koordinator klinis di Wad Terapi Fisik di Children s Memorial Hospital, Chicago berpendapat bahwa penggunaan kursi khusus untuk mendudukkan bayi sebelum otot mereka cukup kuat untuk melakukannya dengan sendirinya adalah tidak wajar. Bahkan, tidak ada \’alat\’ sebenarnya yang bisa membantu bayi untuk mempercepat kemampuan fisik mereka.

Menurut Weck, penggunaan infant seat  memberi postur yang kurang sesuai untuk bayi; di mana dada mereka berada di belakang panggul, sementara kepala mereka pula terlalu maju seperti membungkuk. Pergerakan vestibular bayi juga menjadi terbatas dan ini dapat mempengaruhi kontrol mata serta koordinasi indra yang lain.

3. INI DAPAT MENJADI KEBIASAAN

Menurut Janet Lansbury,  seorang ahli pengasuhan dan penulis buku Elevating Child Care , jika orangtua sering membantu proses mendudukkan bayi, ia dapat menjadi kebiasaan dan \’kebutuhan\’ bayi. Mereka nyaman untuk didudukkan dan kurang cenderung untuk melakukannya sendiri.

Maka, sedikit sebanyak proses perkembangan bayi bisa terganggu karena bayi tidak terkena \’kebebasan\’ posisi dan gerakan alami seperti tengkurap, berguling, merangkak, dan mencoba untuk duduk tegak.

4. ‘SKIP’ FASA MERANGKAK

Dimulai dengan memutar badan, tengkurap, berguling, merangkak, mengengsot, berdiri, dan akhirnya berjalan. Semua ini perlu dilakukan secara konsisten oleh bayi dengan kesabaran dan usaha. Proses pembelajaran ini bukan sekadar mengajarkan bergerak, tetapi ia mengajar mereka untuk mencoba, bereksperimen, mengatasi kesulitan, dan melakukan sesuatu tanpa bantuan. Secara emosional dan psikologis, mereka turut belajar untuk merasakan \’kesuksesan\’ yang dicapai.

Janet juga berbagi pengalamannya ketika dihubungi oleh orang tua yang khawatir anak mereka yang lewat perkembangan, di mana ia menemukan kebanyakan mereka menggunakan alat seperti infant seat, jumper, walker, dan kerapkali membantu mendudukkan bayi. Jelasnya, bayi membutuhkan waktu dan kebebasan untuk bergerak dan belajar mencapai kemampuan tertentu. Jika mereka asyik didudukkan, bayi mungkin akan melewatkan perkembangan lain seperti merangkak – yang sangat penting untuk kekuatan otak dan otot bayi.

5. BAYI TAK DAPAT BELAJAR BERMAIN SENDIRI

Beberapa ahli lain juga berpendapat bahwa perbuatan mendudukkan bayi dapat mencegah bayi dari independent play.  Posisi yang canggung, statis, dan tidak stabil akan menyulitkan bayi menggunakan tangan mereka untuk mengeksplorasi dan bermain.

Ying Bin berpendapat bahwa bayi harus diberikan banyak waktu untuk tengkurap di atas lantai. Ketika didudukkan di dalam stroller atau car seat, pastikan ianya disesuaikan pada 45 derajat sehingga bagian pinggul mereka tidak terbebani dan bayi akan lebih nyaman untuk bergerak.

GUNAKAN ‘ALAT BANTUAN’ SEKADARNYA SAJA

Tidak dipungkiri penggunaan alat seperti baby walker dan infant seat dapat membantu orang tua, terutama ketika menyuap bayi makan. Ia juga memungkinkan kita mendapatkan sedikit waktu untuk membuat pekerjaan rumah atau menyiapkan diri.

Apapun, penting untuk kita mengerti bahwa ia tidak dapat disalahgunakan sampai membatasi kebutuhan bayi untuk mengembangkan kemampuan fisiknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.