Ayo Berebut Dipanggil Almarhum! Ternyata Ini Artinya

Ayo Berebut Dipanggil Almarhum! Ternyata Ini Artinya

“Astaghfirullah al adzim…. Blom mati saya!! Kok dipanggil almarhum sih… ” begitu reaksi spontan seorang teman saat namanya dipanggil dengan almarhum… Hihihi

Padahal, tau ga arti kata ALMARHUM yang sesungguhnya?

Kalo diartikan ke dalam bahasa Indonesia, ALMARHUM itu artinya, ORANG YANG DI RAHMATI.

Di RAHMATI ALLAH ga mau nih??  Kan luar biasa itu…

Rasanya ga ada deh yang ga pengen di beri rahmat oleh Allah dalam hidupnya.

Cuma di INDONESIA aja ALMARHUM disematkan pada orang yang SUDAH MENINGGAL.

Padahal dalam bahasa Arab orang yang sudah meninggal dunia disebut Mayyit. Bukan almarhum atau Almarhumah.

Tapi di Indonesia sudah terlanjur salah kaprah, bahwa penyebutan Almarhum adalah sebutan bagi orang yang sudah meninggal dunia.

Jadi ga boleh ya menyebut mereka yang sudah meninggal dengan Almarhum atau Almarhumah?

“Katakanlah :”Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah” (QS. An Naml :65)

Di RAHMATI atau tidak nya seseorang pada saat ia masih hidup atau sudah meninggal hanya ALLAH yang tau.

Kata al-maghfur lahu atau almarhum tidak boleh digunakan karena mengandung makna bersaksi terhadap orang tertentu bahwa dia ahli surga, ahli neraka atau lainnya, kecuali orang yang memang sudah dipersaksikan oleh Allah dengan hal itu dalam Kitab-Nya yang mulia atau orang yang telah dipersaksikan oleh RasulNya shallallahu \’alaihi wasallam. (Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi\’ah)

Karena ALMARHUM artinya adalah persaksian bahwa orang yang sudah meninggal itu pasti dirahmati ALLAH. Padahal kita sendiri ga tau tentang hal itu, karena masalah dirahmati atau tidaknya seseorang jadi hak mutlak ALLAH. Kepastian ampunan atau rahmat Allah kepada seseorang setelah orang itu meninggal dunia merupakan perkara ghaib, hanya diketahui oleh Allah saja.

Jadi apa dong sebutan yang tepat untuk orang yang sudah meninggal dunia?

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz Rahimahullah, “Dalam masalah ini kata-kata yang dibenarkan adalah ghafarallahu lahu (semoga ALLAH mengampuninya) atau rahimahullah (semoga ALLAH merahmatinya)\’ dan ucapan semisal itu bila dia (orang yang meninggal dunia tersebut) seorang Muslim.

Dengan begitu kita berdoa SEMOGA ALLAH memberi rahmat kepada orang yang meninggal tersebut. Bukan bersaksi atau meyakini bahwa orang yang sudah meninggal dunia itu PASTI dirahmati ALLAH.

Jika seorang muslim meninggal dunia, sebutan yang tepat untuk nya adalah RAHIMAHULLAH sementara jika non Muslim yang meninggal dunia, sebutlah dengan Mendiang. Itu yang paling tepat. Jangan semua disebut Rahimahullah ya.. Itu justru ga tepat.

Karena kata Rahimahullah hanya untuk MUSLIM. Doa untuk menyebut mereka yang sudah wafat.

Yuk kita perbaiki

Supaya pemakaian nya tepat dan ga lagi salah kaprah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.