Adab Cara Memandikan Bayi Yang Benar dan Aman

Adab Cara Memandikan Bayi Yang Benar dan Aman

Di Zaman sekarang ini, semakin banyak ibu-ibu yang belum tahu adab Cara Memandikan Bayi Yang Benar. Entah karena kurangnya ilmu atau sudah menjadi tradisi yang turun temurun. Padahal penting sekali bagi ibu-ibu muda mengetahui Cara Memandikan Bayi Yang Benar. 

Sekarang ini banyak yang suka gunakan menggunakan kapas lembab (wet nappy) untuk membersihkan kotoran bayi tanpa mencuci dengan air. Ketika memandikan bayi, jangan terus masukkan badan bayi ke dalam bak.

Adab Cara Memandikan Bayi Yang Benar dan Aman

Cuci dahulu kemaluan bayi depan dan belakang menggunakan air mengalir agar bersih. Tujuannya agar ketika memasukkan bayi dalam bak air tidak menjadi air najis, efek kemaluan bayi yang beristinjak tidak dicuci dengan air.

Adab Cara Memandikan Bayi Baru Lahir Yang Benar

Bayi baru lahir adalah khalifah Allah yang baru menjengah dunia setelah sembilan bulan tinggal di alam rahim. Justru orang tua yang beragama Islam harus menyambut kelahirannya menurut cara yang dianjurkan oleh Islam.

Tempat yang mungkin kita semua tidak beri perhatian adalah pengaturan memandikan bayi baru lahir yaitu dari usia sehari sampai 40 hari. Dalam periode ini, metode pemandian memainkan peran penting dalam membentuk aliran darah dan pembentukan tulang yang baik.

Cara Memandikan Bayi Yang Benar

  1. Sebaiknya mandikan bayi pada waktu dhuha, karena pada waktu tersebut fisiologis siklus darah dan detak jantung bayi dalam keadaan tenang. Gunakan air yang hangat.
  2. Siraman pertama harus dimulai pada punggungnya secara perlahan, kemudian baru disiramkan ke kaki, selanjutnya naik ke bagian punggungnya.
  3. Belaian dan gosokan lembut memainkan peran penting saat memandikan bayi. Ini akan membuat aliran darah bayi lancar dan baik. Siraman disertakan dengan sapuan sabun yang sesuai untuk bayi.
  4. Selanjutnya siram dari belakang sampai ke kepala. Siraman di kepala dilakukan secara perlahan, sehingga air tidak mengalir masuk ke dalam lubang telinga. Selama menyiramkan air di belakang kepala ke bagian depan dahi, tangan digunakan untuk menggosok dahi.
  5. Sebaiknya tugas memandikan bayi dilakukan oleh ayah. Sambil memandikan, hati berzikir Ya Latif, Ya Hadi.
  6. Pastikan siraman tidak dilakukan pada wajah bayi karena bisa melemaskan bayi serta menyebabkan lubang hidungnya basah berikutnya mudah flu atau infeksi kuman.
  7. Siraman yang terakhir, dilakukan pada dada seterusnya sampai ke bawah. Tidak dianjurkan menyapu sabun pada bagian depan tubuh bayi usia ini, karena khawatir air dan sabun menyebabkan bagian pusatnya lembab dan seterusnya memperlambat proses ‘gugur’ tali pusat.
  8. Setelah selesai mandi, usapkan seluruh tubuh bayi dengan handuk yang bersih. Cara mengelap dimulai dari kepala karena keterlambatan mengelap bagian kepala dapat menyebabkan kepala dan ubun-ubun bayi basah serta membawa masalah paru-paru lemah.

Adab Cara Memandikan Bayi Yang Benar dan Aman

Sebarkan Cara Memandikan Bayi Yang Benar ke semua, moga bermanfaat. Wallahua’lam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.