5 Negara Dengan Proses Pembuatan SIM Tersulit

5 Negara Dengan Izin Pembuatan SIM Tersulit

Negeri kita memang memiliki aturan yang bagus dalam urusan mengeluarkan SIM, namun fakta di lapangan seperti yang mimin ayodibaca.com lihat langsung sangatlah miris. Jauh sekali dari sebuah bangsa yang beradab, negara hukum yang menjunjung tinggi kebenaran. Bagaimana tidak, di tempat pengurusan SIM, jika memiliki orang dalam maka anda bisa dapat SIM dalam hitungan menit, tanpa tes, tanpa proses panjang, hanya mengeluarkan uang lebih.

Bayangkan saja, banyak oknum petugas yang jadi calo untuk memudahkan proses pembuatan SIM. Maka nggak heran kalau sering terjadi kesemrautan di Jalan raya kita karena banyak yang tidak benar-benar paham aturan cara mengemudi di jalan Raya, tidak paham rambu-rambu, tidak paham teknik mengendara di jalan raya, sehinga banyak masalah yang terjadi.

Mirisnya lagi kita sering banget melihat anak di bawah umur berkendara di jalan raya. Bahkan!! Parahnya lagi ada kejanggalan yang luar biasa di negeri kita, kita mengetahui pembuatan SIM membutuhkan KTP, dan KTP hanya bisa dibuat ketia berusia 17 tahun, sudah jelas anak sekolahan SD, SMP, sebagian usia SMA tidak memiliki KTP sehingga sudah pasti belum punya SIM. Namun betapa banyak anak sekolahan di negeri kita yang bebas mengendarai motor untuk kesekolah,  itu sekolah lo yang merupakan lembaga “PENDIDIKAN”, dari situ juga mencetak polisi oknum pembuat SIM, polisi juga sudah biasa melihat anak sekolah bawa motor. Sepertinya pembiaran yang terjadi ini sudah sangat rusak dan dijadikan hal yang lumrah. SIM di Indonesia masih jauh dari benar-benar dapat dipercaya.

Beda Indonesia, beda juga belahan dunia lain nih, gan.. Berikut ini mari kita buka wawasan dengan melihat contoh 5 negara yang paling sulit buat dapatin SIM. Nih cek satu per satu, gan!

1. Finlandia

5 Negara Dengan Proses Pembuatan SIM Tersulit

Filandia memiliki beberapa peraturan mengemudi terketat di dunia. Setiap orang harus pergi ke tempat kursus mengemudi untuk mendapatkan SIM mereka. Fokus utamanya adalah keselamatan, dan mereka yang ingin mendapatkan SIM ini juga belajar bagaimana merawat kendaraan serta cara mengemudi dalam kondisi jalan yang licin dan bersalju.

Mereka juga harus menjalani dua macam tes berbeda di mana satu tes diadakan pada musim panas, sedangkan tes selanjutnya di musim dingin. Dengan persyaratan yang super ketat ini, pemerintah mengharuskan calon pengemudi lolos 20 teori pelajaran dan 30 jam praktek di lapangan. Hal ini menyebabkan biaya tinggi untuk pembuatan SIM di sana.

2. Montreal, Kanada

5 Negara Dengan Proses Pembuatan SIM Tersulit

Kursus praktek mengemudi merupakan hal wajib bagi semua orang yang ingin mendapatkan SIM di Quebec, dan Montreal menjadi kota dengan tingkat kegagalan tertinggi dalam proses tes pembuatan SIM dari seluruh kota di Kanada di mana hanya 61 persen dari orang-orang yang lulus tes pada percobaan pertama. Tingkat kelulusan ini menurun ke angka 47 persen untuk mereka yang tidak mengikuti kursus profesional. Hal ini membuat kota yang didaulat sebagai kota sibuk ini menjadi tempat menantang untuk bisa mendapatkan SIM.

3. Jerman

http://www.german-way.com/imagesGW/License-DE-410.jpg

Sama halnya dengan Finlandia, Jerman juga mewajibkan kursus mengemudi formal untuk mendapatkan SIM dan harus lulus tes tertulis terlebih dahulu. Tingkat kegagalan pada tes tertulis pertama mencapai sepertiga dari total peserta tes. Di Jerman, jalan sempit dan ‘jalan prioritas’ diartikan bahwa pengemudi harus memberikan kesempatan lebih dahulu bagi mobil yang hendak keluar dari jalan yang lebih sempit. Hal ini kebalikan dari negara-negara lain di mana biasanya mobil yang akan masuk didahulukan.

Kabar gembiranya, setelah melewati serangkaian tes yang super ketat, pengendara yang sudah memiliki SIM itu bebas ngebut di jalan tol tanpa ada batasan kecepatan sama sekali.

4. Singapura

5 Negara Dengan Proses Pembuatan SIM Tersulit

Orang-orang yang bisa mendapatkan SIM di Singapura pastinya mengikuti program pelatihan mengemudi resmi yang memberikan calon pengemudi banyak jam praktek untuk membantu mereka lulus tes. Meskipun mereka akan lulus di negara lain, tingkat kelulusan di Singapura rata-rata masih dikisaran angka 60 persen, cukup rendah mengingat dibutuhkan biaya beberapa ribu dolar untuk mendaftar dalam program ini.

Tingkat kelulusan tanpa program mengemudi formal hanya 33 persen. Beberapa percaya pengujian sengaja dipersulit untuk membatasi jumlah mobil di negara sangat padat penduduknya ini.

5. Afrika Selatan5 Negara Dengan Proses Pembuatan SIM Tersulit

Ada berbagai macam hal yang membuktikan bahwa tes untuk mendapatkan SIM di Afrika Selatan dipersulit. Saat menjalani tes mengemudi K53 di Afrika Selatan (yang tidak berlaku di daerah-daerah lain di dunia), calon pengemudi dapat kehilangan poin jika tidak memeriksa kebocoran di bawah mobil dan tidak mengaitkan rem tangan tanpa suara. Bahkan jika mobil mundur kembali kurang dari satu inci, kandidat secara otomatis akan gagal. (kaskus, agradedrivingschool)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.