5 Kebiasaan Yang Dapat Merusak Dan Bikin Mata Buta

5 Kebiasaan Yang Dapat Merusak Dan Bikin Mata Buta

Masalah penglihatan tidak mengenal usia. Baik anak-anak maupun orang dewasa, semua sangat beresiko mengalami masalah penglihatan. Masalah ini jika tidak dikendalikan dengan baik dapat berkontribusi buta. Faktor genetik dan juga bagaimana kita menjaga mata berkontribusi pada kesehatan mata kita. Namun Anda pasti tidak tahu dan terkejut mengetahui bahwa risiko rabun dan buta agak berat sebelah kepada satu gender, yaitu wanita.

“Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa dua pertiga dari populasi yang Mata Buta adalah wanita. Ada jumlah yang lebih besar dari pada wanita mengalami masalah rabun dibandingkan pria,” kata Dr. Assumpta Madu, spesialis mata di New York Univerisity Langone.

Menurut penelitian dari University of Illinois di Chicago, risiko wanita lebih tinggi adalah karena glaucoma, yang dapat menyebabkan masalah Mata Buta. Beberapa ahli berpendapat bahwa ia terkait dengan hormon estrogen. Namun ada beberapa alasan lain wanita lebih cenderung mengalami masalah ini, mulai dari umur yang lebih lama hingga gaya hidup seperti tidur dengan lensa kontak masih di mata (dua pertiga dari pemakai lensa kontak adalah wanita).

kali ini kita ingin berbagi dengan Anda 5 faktor yang dapat menyebabkan mata Anda mengalami risiko buta. Ayodibaca :

5 Kebiasaan Yang Dapat Merusak Dan Mata Buta

5. Menopause dini
Ini bukan lah kebiasaan, tapi itu merupakan berita buruk bagi wanita yang menopause tidak hanya dapat mempengaruhi suhu tubuh dan mood seseorang, juga dapat berkontribusi pada masalah penglihatan.

Mereka yang mengalami menopause dini lebih rentan untuk mendapatkan glaucoma yaitu sejenis penyakit mata yang merusak saraf optik mata dan dapat menyebabkan kebutaan. Ini lebih parah lagi bagi wanita yang mengalami menopause pada usia 45 tahun. Menurut Dr. Assumpta, menopause dini meningkatkan risiko glaucoma sebanyak dua setengah kali lipat.

4. Merokok
Ya, benar. Merokok dapat menyebabkan masalah penglihatan dan buta. Anda yang merokok pasti tidak percaya atau lebih lagi tidak kisah, namun hal ini tetap benar. Anda hanya perlu melihat ke statistik untuk mengaitkan merokok dengan buta dan tunanetra.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), perokok memiliki risiko dua kali lipat untuk mengalami degenerasi makula (penyebab lazim bagi masalah buta orang dewasa di Amerika Serikat) dibandingkan mereka yang tidak merokok. Perokok juga memiliki 2 sampai 3 kali risiko untuk terinfeksi katarak (selaput putih yang mengaburkan lensa mata) dibandingkan mereka yang tidak merokok.

3. Cahaya matahari
Pastinya setiap orang di antara kita pernah melakukan hal ini: melihat matahari secara langsung tanpa apa-apa perlindungan mata. Ini merupakan salah satu dari faktor ke buta. Menurut Dr. Assumpta, memandang langsung ke arah matahari tanpa perlindungan sama seperti mengarahkan laser ke retina mata Anda.

Namun tidak hanya cahaya matahari, cahaya api dari kegiatan pengelasan (welding) juga berkontribusi pada masalah ini karena dapat menyebabkan lensa mata Anda mengelupas keluar. Namun Anda tidak perlu khawatir jika terpandang cahaya api las karena membutuhkan eksposur yang lama terhadap sinar tersebut, sebab itu mereka yang bekerja di bidang pengelasan membutuhkan alat penghalang cahaya yang tertentu.

2. Obat-obatan
Mungkin Anda pernah mendengar iklan di TV atau terbaca pada kemasan obat-obatan “dapat menyebabkan efek samping”. Dalam beberapa obat-obatan, efek samping tersebut mungkin dapat menyebabkan rabun atau buta.

Menurut Dr. Assumpta, ada beberapa jenis obat yang dapat mempengaruhi penglihatan, dalam jangka waktu yang panjang. Selalu lah bertanya kepada dokter Anda terlebih dahulu sebelum mengambil apapun obatan.

1. Lensa kontak
Ini antara masalah terbesar ke mata dalam zaman modern ini. Lensa kontak dijual di mana-mana termasuk online dan harga yang sangat murah menyebabkan ia menjadi penyumbang terbesar terhadap masalah ini. Banyak di antara mereka yang memakai lensa kontak ini adalah wanita. Kebanyakan dari mereka yang memakai lensa kontak sering terlupa dan tertidur dengan lensa kontak masih berada di dalam mata.

Menurut Dr. Assumpta, tidur dengan memakai lensa kontak dapat menyebabkan mata kurang mendapat oksigen yang akan menghalangi kornea dari berfungsi dengan baik. Ini akan mempengaruhi metabolisme mata Anda dan berpotensi menyebabkan masalah buta. Pastinya Anda tidak ingin mendapat masalah mata hanya karena terlalu mengantuk dan tertidur dengan lensa kontak. Juga, pilihlah produsen lensa kontak yang dapat dipercaya, jangan hanya memilih yang murah dan cantik.

sumber : http://www.womenshealthmag.com/health/eyesight/slide/5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.